Purbaya Akan Terapkan Bea Keluar Batu Bara Mulai 2026
Kamis, 27 November 2025 | 06:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan menerapkan bea keluar (BK) untuk komoditas batu bara mulai 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pendapatan negara.
"Sedang dibicarakan (aturan bea keluar batu bara), mungkin tahun depan," ujar Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Purbaya mengakui kebijakan tersebut berpotensi membuat harga batu bara domestik menjadi kurang kompetitif di pasar global. Ia menilai jika pelaku usaha mencoba menaikkan harga untuk mengompensasi bea keluar, maka produksi mereka justru berisiko tidak terserap pasar.
Ia juga memastikan rencana BK tidak akan dibatalkan meskipun harga batu bara sedang turun atau berfluktuasi. Menurutnya, penurunan harga tidak mengubah urgensi penerapan kebijakan tersebut.
Sehingga, kata Purbaya, wajar apabila ada banyak penolakan dari pengusaha di industri tambang. Namun, ia melihat dampaknya terhadap keuntungan perusahaan masih relatif kecil.
"Untung mereka turun sedikit. Kalau dia naikin harga, enggak laku,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan kontribusi pendapatan pemerintah dari batu bara melalui skema royalti masih jauh lebih kecil dibandingkan komoditas minyak dan gas (migas). Karena itu, pemerintah menilai masih ada ruang untuk meningkatkan penerimaan negara melalui bea keluar tanpa mengganggu keberlangsungan industri.
"Kalau minyak, kita lihat PSC (production sharing contract), kontrak sharing zaman dahulu itu 85:15. Batu bara kan jauh lebih kecil dari itu," tandas Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya telah memastikan penerapan BK emas sebesar 15% mulai 2026. Pemerintah menargetkan tambahan pendapatan minimal Rp 2 triliun hingga Rp 6 triliun dari kebijakan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




