ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Batuk Saat Bahas Bea Keluar Emas, Purbaya: Produsen Mengutuk Saya

Senin, 8 Desember 2025 | 19:51 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah). (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan candaan saat dirinya berkali-kali batuk ketika menjelaskan rencana pemerintah menerapkan bea keluar (BK) untuk emas dan batu bara mulai 2026.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (8/12/2025), Purbaya berkelakar mungkin ada produsen emas yang sedang “mengutuk” dirinya karena keberatan dengan kebijakan tersebut.

Ketika memaparkan alasan pemerintah menetapkan pungutan baru terhadap komoditas emas, Purbaya beberapa kali berhenti berbicara karena batuk yang tak kunjung reda.

ADVERTISEMENT

"Kebijakan bea keluar emas diterapkan dengan prinsip bahwa tarif produk hulu lebih tinggi dari produk hilir," ucapnya sebelum kembali terhenti untuk minum air. Ketua Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun mencoba menenangkan Purbaya dengan berkata, “Pelan-pelan, Pak.”

Setelah kondisinya membaik, Purbaya sempat melontarkan humor yang mengundang tawa.

"Mungkin produsen emas mengutuk saya dari jauh nih. Mau narikin bea nih," ujarnya sambil tertawa. Saat kembali menjelaskan tujuan penerapan bea keluar, Purbaya pun masih sempat batuk dan berkata, "(batuk lagi) doanya kuat juga mereka."

Purbaya menegaskan, pemerintah menargetkan Rp 23 triliun penerimaan dari kebijakan BK tersebut pada 2026, terdiri dari Rp 3 triliun dari emas dan Rp 20 triliun dari batu bara. Menurutnya, pungutan ini tetap akan diterapkan meski ada penolakan dari produsen maupun apabila harga komoditas menurun, karena kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menutup potensi defisit APBN 2026.

Ia menjelaskan, bea keluar emas dan batu bara merupakan langkah optimalisasi penerimaan negara di sektor mineral yang tengah menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga global, transisi energi, dan kebutuhan menjaga konsistensi penerimaan.

Penerapan bea keluar, lanjut Purbaya, diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku dalam negeri, mendorong hilirisasi, memperkuat tata kelola ekspor, sekaligus meningkatkan pendapatan negara.

"Menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan memanfaatkan berbagai instrumen fiskal yang relevan, seperti penerapan bea keluar atas ekspor emas dan batu bara," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jurus Purbaya Cari Cuan dari Kilau Emas

Jurus Purbaya Cari Cuan dari Kilau Emas

EKONOMI
Bea Keluar Emas Jadi Instrumen Strategis Perkuat Hilirisasi Nasional

Bea Keluar Emas Jadi Instrumen Strategis Perkuat Hilirisasi Nasional

EKONOMI
Dilema Penerapan Bea Keluar Batu Bara di Tengah Lesunya Industri

Dilema Penerapan Bea Keluar Batu Bara di Tengah Lesunya Industri

EKONOMI
Purbaya Targetkan Kantongi Rp 23 Triliun dari Emas dan Batu Bara

Purbaya Targetkan Kantongi Rp 23 Triliun dari Emas dan Batu Bara

EKONOMI
Ketika Purbaya Tarik Bea Keluar dari Emas dan Batu Bara

Ketika Purbaya Tarik Bea Keluar dari Emas dan Batu Bara

EKONOMI
Kemenkeu Siapkan Aturan Baru, Tarif Bea Keluar Emas Bisa 15 Persen

Kemenkeu Siapkan Aturan Baru, Tarif Bea Keluar Emas Bisa 15 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon