ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ancaman Berkali-kali Menkeu Purbaya Soal Pembekuan Bea Cukai

Selasa, 9 Desember 2025 | 20:13 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas AM Djiwandono (kiri) dan Suahasil Nazara (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas AM Djiwandono (kiri) dan Suahasil Nazara (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Antara/Rivan Awal Lingga)

"Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibubarkan diganti dengan SGS, seperti zaman dahulu lagi," ujar Purbaya di DPR, Kamis (27/11/2025).

Ia mengingatkan bahwa langkah serupa pernah diterapkan pada era Orde Baru, ketika sebagian kewenangan Bea Cukai dialihkan kepada Societe Generale de Surveillance (SGS) akibat korupsi yang meluas.

Bea Cukai Diberi Tenggat Satu Tahun

Purbaya menegaskan bahwa seluruh pegawai Bea Cukai harus memperbaiki kinerja dalam waktu satu tahun. Jika gagal, sekitar 16.000 pegawai berpotensi dirumahkan.

"Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyampaikan bahwa pembekuan lembaga menjadi pilihan apabila reformasi tidak menunjukkan hasil. Pemerintah, ujarnya, masih dapat menyeleksi ulang pegawai yang layak dipertahankan.

"Yang tidak bisa mengubah diri akan saya selesaikan langsung dengan cepat,” kata Purbaya.

Peringatan Diulang di Berbagai Forum

Ancaman pembekuan kembali disampaikan Purbaya dalam Rapimnas Kadin 2025. Ia menegaskan bahwa persoalan integritas Bea Cukai sudah berdampak luas terhadap industri nasional.

"Kalau memang tidak bisa perform, ya kita bekukan dan betul-betul beku,” tegasnya lagi.

Menurut Purbaya, memberikan waktu satu tahun dianggap langkah paling adil ketimbang langsung mengambil tindakan ekstrem tanpa memberi kesempatan pembenahan.

Ultimatum Terbaru: Reformasi Wajib Berhasil

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR pada Senin (8/12/2025), Purbaya kembali menegaskan ultimatum tersebut. Ia menuntut pembenahan menyeluruh atas praktik under invoicing dan penyimpangan lain yang menggerus penerimaan negara.

"Saya bilang ke mereka (Bea Cukai), kalau Anda enggak bisa perbaiki dalam waktu setahun, ada kemungkinan besar Bea Cukai akan dirumahkan seluruh pegawainya," tegasnya.

Purbaya menjelaskan, ia telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan Bea Cukai. Saat ini, sekitar 16.000 pegawai terancam dirumahkan apabila reformasi tidak menunjukkan hasil nyata.

Ia menegaskan, ancaman tersebut bukan sekadar peringatan administratif. Apabila praktik penyimpangan tetap terjadi, pegawai Bea Cukai bisa dirumahkan hingga pensiun tanpa menerima gaji.

Purbaya juga menyoroti bahwa integrasi sistem antarinstansi, termasuk Simbara, belum berjalan optimal. Pemerintah kini membentuk tim khusus di LNSW untuk mempercepat perbaikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Manuver Bea Cukai setelah Berkali-kali Diancam Menkeu Purbaya

Manuver Bea Cukai setelah Berkali-kali Diancam Menkeu Purbaya

EKONOMI
Purbaya Kembali Singgung SGS untuk Ambil Alih Tugas Bea Cukai

Purbaya Kembali Singgung SGS untuk Ambil Alih Tugas Bea Cukai

EKONOMI
Ancaman Purbaya: SGS dan Reformasi Bea Cukai Era Soeharto

Ancaman Purbaya: SGS dan Reformasi Bea Cukai Era Soeharto

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon