Ancaman Berkali-kali Menkeu Purbaya Soal Pembekuan Bea Cukai
Selasa, 9 Desember 2025 | 20:13 WIB
Selain itu, pemerintah memperbarui peralatan pemindai (scanner) yang telah ditempatkan di pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Semarang, dan Belawan.
Ke depan, seluruh hasil pemindaian akan terkoneksi langsung dengan pusat agar keputusan tidak lagi dibuat di daerah.
Ia memastikan pemerintah telah mengeluarkan sumber daya besar untuk memperbaiki tata kelola Bea Cukai. Meski praktik penyimpangan tak mungkin hilang sepenuhnya, Purbaya berharap angkanya bisa ditekan drastis.
Respons Bea Cukai: Janji Berbenah
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama berkomitmen memperbaiki pelayanan, pengawasan, dan budaya kerja.
“Yang pasti, Bea Cukai ke depan akan berupaya untuk lebih baik,” katanya beberapa waktu lalu.
Djaka menyebut berbagai upaya tengah dilakukan, termasuk pemanfaatan artificial intelligence untuk mendeteksi praktik under invoicing. Ia menyatakan optimistis pembenahan dapat dilakukan dalam satu tahun.
Pengawasan Pelabuhan Diperketat
Purbaya menegaskan dirinya akan lebih sering meninjau pelabuhan untuk memastikan reformasi berjalan.
“Saya akan sering datang ke pelabuhan untuk memastikan mereka enggak main-main lagi,” tegasnya.
Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah penggunaan mesin pencacah rokok mulai awal 2026 guna memonitor keaslian cukai.
Purbaya mengatakan, seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menetapkan standar baru bagi kinerja Bea Cukai.
Perbaikan SDM, peralatan, dan citra institusi disebut sebagai tahapan yang tidak dapat ditunda lagi, terutama untuk menghilangkan stigma bahwa Bea Cukai identik dengan pungutan liar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




