Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Tahunan
Senin, 5 Januari 2026 | 12:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year) Indonesia berada di level 2,92%, sementara inflasi bulanan (month to month) tercatat sebesar 0,64%. Salah satu komoditas yang menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan tersebut adalah emas perhiasan.
Berdasarkan data BPS, emas perhiasan memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,79%. Selain itu, komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain cabai merah sebesar 0,18%, ikan segar 0,15%, cabai rawit 0,15%, serta beras 0,15%.
Inflasi year on year terjadi seiring kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,58%, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33%.
"Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,62%, transportasi 1,23%, kesehatan 1,83%, pendidikan 1,22%, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,46%," tulis BPS dalam keterangannya.
Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mencatat inflasi 0,66%, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,20%, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17%. Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,28%.
BPS mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Desember 2025 mengalami inflasi year on year sebesar 13,33%, dengan indeks naik dari 113,22 pada Desember 2024 menjadi 128,31 pada Desember 2025.
Inflasi tertinggi pada kelompok ini terjadi pada subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 37,04%, sementara yang terendah terdapat pada subkelompok perlindungan sosial sebesar 1,56%. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,87%.
"Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan dengan andil 0,79%. Untuk inflasi bulanan, kelompok ini menyumbang 0,07%, yang seluruhnya berasal dari emas perhiasan," ungkap BPS.
Selain emas perhiasan, komoditas lain yang dominan memberikan andil inflasi year on year pada Desember 2025 antara lain cabai merah, cabai rawit, beras, ikan segar, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, kelapa, kopi bubuk, wortel, minyak goreng, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), sewa rumah, tarif air minum PAM, bahan bakar rumah tangga, bensin, mobil, serta biaya pendidikan akademi dan perguruan tinggi.
Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan meliputi tomat, bawang putih, jengkol, daging babi, sabun cair atau cuci piring, pengharum dan pelembut cucian, deterjen bubuk, tarif kereta api, telepon seluler, serta Sekolah Menengah Atas.
Untuk inflasi bulanan Desember 2025, komoditas utama penyumbang inflasi antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, telur ayam ras, beras, minyak goreng, bawang putih, cabai hijau, sawi putih atau pecay, kangkung, bayam, kelapa, bensin, angkutan udara, angkutan antarkota, serta emas perhiasan. Sementara itu, cabai merah menjadi komoditas utama penyumbang deflasi bulanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




