Defisit APBN 2025 Melebar hingga 2,92 Persen dari PDB
Kamis, 8 Januari 2026 | 14:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Hingga akhir 2025, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap terjaga di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, dalam kondisi yang volatile pada 2025, APBN menjadi instrumen kebijakan yang antisipatif dan responsif menghadapi perkembangan dinamika global dan domestik.
Pada 2025, realisasi pendapatan negara mencapai Rp 2.756,3 triliun, atau 91,7 persen dari target APBN. Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target, sehingga terjadi defisit sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB.
"Belanja negara adaptif dan akomodatif terhadap berbagai program prioritas menyejahterakan rakyat. Capaian program-program prioritas serta tata kelola yang terjaga, sehingga pada akhir tahun defisit dapat terealisasi pada 2,92 persen PDB," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (8/1/2026).
Sebagai perbandingan, defisit APBN pada 2024 mencapai 2,30 persen. Meskipun melebar pada 2025, Purbaya meyakini defisit APBN bisa semakin ditekan pada 2026.
"Saya yakin, dengan membaiknya pondasi perekonomian dan menguatnya momentum pertumbuhan ekonomi, seharusnya defisit bisa ditekan lebih rendah," kata Purbaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




