ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkeu Purbaya Insomnia gegara Pantau Defisit APBN hingga Akhir Tahun

Rabu, 31 Desember 2025 | 18:29 WIB
AH
RA
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: RP
Menteri Keuangan Purbaya mengaku sulit tidur karena harus memantau ketat agar defisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap terjaga hingga pergantian tahun.
Menteri Keuangan Purbaya mengaku sulit tidur karena harus memantau ketat agar defisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap terjaga hingga pergantian tahun. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membagikan pengalamannya pada hari terakhir tahun anggaran 2025 sebagai bendahara negara. Ia mengaku sempat sulit tidur, karena terus memantau agar defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap terjaga hingga pergantian tahun.

Purbaya mengira hari terakhir pada 2025 bisa ia jalani lebih tenang. Namun, nyatanya penerimaan dan pengeluaran negara hingga hari terakhir pada tahun ini tetap harus dipantau secara ketat.

ADVERTISEMENT

"Baru tahu saya. Saya pikir menteri keuangan itu 31 Desember sudah tenang. Rupanya belum, semalam saja saya enggak bisa tidur, mikirin uangnya masuk enggak ya, uangnya masuk enggak ya," ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Rabu (31/12/2025). 

Ia menjelaskan, risiko pelebaran defisit dapat terjadi apabila terdapat penerimaan yang tidak masuk sesuai perkiraan atau muncul pengeluaran besar secara tiba-tiba. 

“Nanti defisitnya bisa melebar kencang kalau ada gagal uang masuk atau ada pengeluaran tiba-tiba yang besar,” imbuhnya.

Purbaya belum memerinci realisasi belanja negara hingga akhir 2025, namun ia memastikan belanja negara tetap tumbuh dan berjalan cukup baik untuk mendorong perekonomian nasional. Di sisi lain, pendapatan negara tercatat sedikit di bawah proyeksi Kementerian Keuangan, sehingga potensi defisit APBN 2025 melebar dari perkiraan awal. Purbaya memperkirakan defisit APBN tahun ini berada di atas 2,78% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Meski demikian, ia menegaskan level defisit tersebut masih dalam batas aman karena berada di bawah ambang batas 3% dari PDB. Berdasarkan data terakhir per 30 November 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp 560,3 triliun atau setara 2,35% terhadap PDB.

“Dari sisi belanja tidak ada masalah, kita bisa belanja dengan baik. Hanya saja, pendapatannya sedikit di bawah prediksi, sehingga defisitnya lebih lebar dari perkiraan semula,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya memastikan hingga Rabu (31/12/2025) sore tidak terdapat pengeluaran besar yang muncul secara mendadak. Ia juga menyebut, arus penerimaan negara pada akhir tahun pada dasarnya masih dapat diperkirakan.

“Kinerja APBN berjalan on track dan terkendali. Kami terus memantau perkembangan kinerja APBN sampai tutup kas nanti jam 00.00," pungkas Purbaya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gaji Terendah dan Tertinggi PNS 2026, Simak Rinciannya

Gaji Terendah dan Tertinggi PNS 2026, Simak Rinciannya

NASIONAL
Ini Daftar Gaji PNS 2026 untuk Golongan I hingga IV

Ini Daftar Gaji PNS 2026 untuk Golongan I hingga IV

NASIONAL
Peraturan Menkeu Purbaya Berbuah Protes Kepala Desa di Demak

Peraturan Menkeu Purbaya Berbuah Protes Kepala Desa di Demak

JAWA TENGAH
Thrifting Terancam, Purbaya Minta Pedagang Mulai Jual Produk Lokal

Thrifting Terancam, Purbaya Minta Pedagang Mulai Jual Produk Lokal

EKONOMI
DPR Apresiasi Menkeu Purbaya Tunda Pajak UMKM di Marketplace

DPR Apresiasi Menkeu Purbaya Tunda Pajak UMKM di Marketplace

EKONOMI
Menkeu Purbaya: Saya Dahulu Orang Sombong

Menkeu Purbaya: Saya Dahulu Orang Sombong

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon