ESDM Minta SPBU Swasta Negosiasi Beli Solar dari Pertamina
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell, bp, dan Vivo untuk segera bernegosiasi dengan Pertamina terkait pembelian solar produksi dalam negeri.
“Kami bulan Desember kemarin sudah mengirimkan surat ke seluruh badan usaha untuk melakukan proses negosiasi dengan Pertamina,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) ESDM Laode Sulaeman saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Laode menegaskan, negosiasi perlu segera dilakukan karena pemerintah tidak akan memperpanjang tambahan kuota impor solar CN48 mulai Maret 2026. Dengan kebijakan tersebut, SPBU swasta akan menyerap pasokan solar dari kilang domestik.
Para pengelola SPBU swasta nantinya akan memanfaatkan produksi dari Kilang Balikpapan yang baru rampung direvitalisasi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) guna memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Maret nanti kami sudah tidak bisa memperpanjang untuk tambahan kuota solar. Jadi dari produksi RDMP (Balikpapan) itu semua nanti diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Laode.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan menghentikan impor solar untuk SPBU swasta pada 2026. Jika masih ada kargo solar yang masuk pada Januari atau Februari, menurutnya, itu merupakan sisa impor tahun 2025.
“Tetapi tahun ini, Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor,” ujar Bahlil.
Kilang yang dimaksud adalah proyek RDMP di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan hingga 360.000 barel per hari setara sekitar 22%-25% dari kebutuhan nasional.
Dari sisi ekonomi, RDMP Balikpapan diproyeksikan memperkuat kemandirian energi nasional dengan penghematan impor BBM hingga Rp 68 triliun per tahun serta kontribusi terhadap PDB nasional sekitar Rp 514 triliun.
Saat ditanya soal SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina, Bahlil membenarkannya.
“Iya dong (beli solar di Pertamina). Saya ke depan itu bermimpi bahwa RON 92, RON 95, RON 98 itu harus diproduksi di dalam negeri,” tegas Bahlil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




