Shell Pangkas Direksi, Pimpinan Proyek dan Teknologi Pilih Mundur
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:45 WIBIntegrasi fungsi proyek dan teknologi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Shell untuk merampingkan lapisan manajemen, menekan biaya, serta memperjelas akuntabilitas. Langkah tersebut juga dilakukan di tengah upaya perusahaan menyeimbangkan disiplin belanja modal dengan investasi pada bisnis rendah karbon dan transisi energi.
Shell menegaskan pengunduran diri Mooldijk tidak disertai penunjukan pengganti langsung. Hal ini mencerminkan strategi perusahaan untuk menanamkan fungsi teknis secara permanen di dalam unit bisnis, alih-alih mempertahankan peran kepemimpinan teknis yang terpusat.
Pengumuman ini muncul di tengah langkah serupa yang dilakukan sejumlah perusahaan minyak dan gas Eropa, yang tengah meninjau kembali kompleksitas organisasi mereka di tengah volatilitas harga komoditas, tekanan investor untuk meningkatkan imbal hasil, serta meningkatnya pengawasan terhadap alokasi modal untuk proyek transisi energi.
Di bawah kepemimpinan Sawan, Shell semakin menekankan penyederhanaan organisasi, peningkatan kinerja, dan penguatan imbal hasil, sembari memperlambat laju sejumlah investasi energi terbarukan dan kembali memfokuskan portofolio pada aset penghasil kas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




