ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

APPBI Bantah Rojali-Rohana Cerminkan Daya Beli

Jumat, 13 Februari 2026 | 22:10 WIB
AC
AD
Penulis: Ayos Carlos | Editor: AD
Suasana mal di Surabaya.
Suasana mal di Surabaya. (Beritasatu.com/Julianus Palermo)

Jakarta, Beritasatu.com - Fenomena rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana) kembali ramai dibahas menjelang bulan suci Ramadan. Istilah tersebut kerap dikaitkan dengan anggapan menurunnya daya beli masyarakat di pusat perbelanjaan.

Namun, kalangan pengelola mal membantah anggapan tersebut. Ketua Bidang Program Promosi DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Agung Gunawan, menegaskan fenomena tersebut tidak mencerminkan lemahnya konsumsi masyarakat.

"Kalau banyak bilang in this economy, in this economy, sebenarnya tidak seperti itu masih banyak orang belanja, apalagi kalau kita lihat retailer, masih banyak yang membuka tenant di pusat perbelanjaan," kata Agung di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, fenomena yang dulu dikenal sebagai window shopping merupakan hal wajar di pusat perbelanjaan. Tidak semua pengunjung datang untuk bertransaksi, karena mal juga menjadi tempat bertemu, bersantai, hingga menikmati kuliner.

"Jadi fenomena itu sudah ada sejak lama. Nah, tidak semua orang datang ke mal untuk berbelanja, jadi ada sebagian hanya untuk meeting, belanja maupun makan dan minum, jadi fenomena ini tidak mengganggu dari sisi penjualan," ujar Agung.

Meski demikian, pengelola pusat perbelanjaan tetap menargetkan peningkatan penjualan melalui berbagai program promosi, khususnya saat Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Salah satu strategi yang kerap diterapkan adalah program midnight sale, terutama setelah masyarakat menerima tunjangan hari raya (THR).

"Biasanya pada saat THR diterima masyarakat, mal-mal biasanya membuka program midnight sale sebanyak dua hingga tiga kali program, tujuannya mendorong minat belanja masyarakat lebih besar," jelasnya.

APPBI memproyeksikan lonjakan kunjungan ke mal selama Ramadan bisa meningkat hingga 30% dibandingkan hari biasa. Kenaikan tersebut dipicu aktivitas berbuka puasa bersama hingga meningkatnya frekuensi konsumsi di pusat perbelanjaan.

"Contoh masyarakat yang datang ke mal kalau hari biasa, makan satu kali, makan siang, satu kali, makan malam, tetapi kalau Ramadan, satu kali makan siang, dua kali makan malam," tutup Agung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jakarta Disebut Punya Daya Tahan terhadap Rojali dan Rohana

Jakarta Disebut Punya Daya Tahan terhadap Rojali dan Rohana

JAKARTA
Fenomena Rojali-Rohana, DPR Harap Daya Beli Digenjot lewat Stimulus

Fenomena Rojali-Rohana, DPR Harap Daya Beli Digenjot lewat Stimulus

EKONOMI
Rojali dan Rohana, APPBI: Bukan Hal Baru, tetapi Intensitas Meningkat

Rojali dan Rohana, APPBI: Bukan Hal Baru, tetapi Intensitas Meningkat

EKONOMI
Pengusaha Ritel: Mal Bagus Daya Beli Rendah Sebabkan Fenomena Rojali

Pengusaha Ritel: Mal Bagus Daya Beli Rendah Sebabkan Fenomena Rojali

EKONOMI
Mengenal Fenomena Rojali yang Bikin UMKM Ketar-ketir

Mengenal Fenomena Rojali yang Bikin UMKM Ketar-ketir

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT