Iran Tutup Sebagian Selat Hormuz Saat Perundingan Nuklir dengan AS
Selasa, 17 Februari 2026 | 22:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Iran dilaporkan menutup sementara sebagian Selat Hormuz pada Selasa (17/2/2026), di tengah berlangsungnya perundingan nuklir dengan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss.
Media pemerintah Iran menyebut penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan keamanan seiring latihan militer Garda Revolusi di jalur pelayaran strategis itu.
Selat Hormuz merupakan jalur laut vital yang menghubungkan negara-negara produsen minyak mentah di Timur Tengah dengan pasar global. Sekitar 13 juta barel minyak mentah per hari atau sekitar 31% distribusi minyak laut dunia melewati perairan tersebut pada 2025, menurut data Kpler.
Penutupan ini disebut sebagai bagian dari latihan bertajuk “Pengendalian Cerdas Selat Hormuz” yang bertujuan meningkatkan kesiapan operasional serta daya tangkal militer Iran.
Langkah tersebut terjadi bertepatan dengan perundingan antara Iran dan AS guna meredakan ketegangan terkait program nuklir Teheran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kedua pihak telah mencapai kesepahaman mengenai prinsip-prinsip panduan dalam dialog tersebut, meski belum berarti kesepakatan final.
Pasar energi memantau ketat perkembangan ini. Harga minyak sempat menguat, tetapi kemudian berbalik melemah setelah pembicaraan berakhir. Kontrak Brent untuk April turun 1,8% ke level US$ 67,48 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,4% menjadi US$ 62,65 per barel.
Jakob Larsen dari BIMCO, organisasi yang mewakili pemilik kapal global menilai penutupan sementara ini kemungkinan hanya menimbulkan gangguan kecil pada lalu lintas kapal menuju Teluk Persia
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Hari Ini Stabil Jelang Perundingan AS-Iran.
"Area latihan tembak langsung tumpang tindih dengan sebagian jalur masuk Skema Pemisahan Lalu Lintas Selat Hormuz, sehingga kapal diminta menjauh dari zona tersebut selama beberapa jam," ucapnya dikutip dari CNBC.
Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali menjadi perhatian pelaku pasar, terutama mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




