ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pedagang Mengeluh Sulit Dapat Minyakita, Bulog: Harus Dibagi Rata

Jumat, 20 Februari 2026 | 15:34 WIB
EM
AD
Penulis: Erfan Maruf | Editor: AD
Minyakita
Minyakita (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menanggapi keluhan sejumlah pedagang terkait kesulitan memperoleh suplai Minyakita. Ia menegaskan, keterbatasan distribusi terjadi karena Minyakita merupakan produk subsidi sehingga pembagiannya harus dilakukan secara merata.

“Minyakita ini minyak subsidi, jadi pembagiannya harus rata. Kalau satu toko mengambil terlalu banyak, nanti toko lain tidak kebagian,” ujar Rizal seusai meninjau Pasar Jatinegara, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, Bulog tidak dapat memenuhi permintaan besar dari satu pedagang saja karena prinsip distribusi Minyakita adalah pemerataan agar seluruh pengecer mendapatkan pasokan.

ADVERTISEMENT

Rizal menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terbaru, skema distribusi Minyakita kini mengalami perubahan. Jika sebelumnya penyaluran melibatkan pihak swasta dan distributor, kini penugasan domestic market obligation (DMO) sebesar 35% dialokasikan kepada BUMN, yakni Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma.

Dengan skema baru tersebut, distribusi dilakukan langsung dari gudang Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma ke pengecer di pasar-pasar SP2KP (Sarana Perdagangan Pangan Pokok dan Penting).

“Tujuannya untuk mengendalikan harga. Kalau melalui beberapa distributor, biasanya ada kenaikan harga di setiap rantai distribusi,” jelasnya.

Harga Minyakita ditetapkan Rp 15.700 per liter di tingkat eceran, sementara harga dari gudang Bulog sebesar Rp 14.500 per liter. Selisih Rp 1.200 diharapkan menjadi margin yang cukup bagi pengecer tanpa mendorong kenaikan harga di konsumen.

Rizal memastikan Bulog telah mulai menyalurkan Minyakita secara langsung sejak 1 Januari 2026 ke pasar-pasar SP2KP melalui jaringan kantor cabang dan gudang di seluruh Indonesia.

Untuk menjaga ketersediaan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Bulog menyiapkan stok sebesar 30.000 kiloliter per bulan. Bahkan khusus menghadapi Lebaran, stok ditingkatkan hingga 70.000 kiloliter.

“Tujuannya untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendag Sebut Minyakita Tak Lagi Masuk Program Bantuan Pangan

Mendag Sebut Minyakita Tak Lagi Masuk Program Bantuan Pangan

NASIONAL
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

EKONOMI
Siap-siap Harga Minyakita Akan Naik

Siap-siap Harga Minyakita Akan Naik

EKONOMI
Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

EKONOMI
Warga Tegal Menjerit karena Minyakita Langka-Harga Beras Naik

Warga Tegal Menjerit karena Minyakita Langka-Harga Beras Naik

EKONOMI
HET Minyakita Bakal Disesuaikan, Mendag: Sudah sejak 2024 Tak Naik

HET Minyakita Bakal Disesuaikan, Mendag: Sudah sejak 2024 Tak Naik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon