Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Siap Impor Minyak Mentah dari AS
Selasa, 3 Maret 2026 | 17:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian pasokan energi global setelah terjadinya perang di Timur Tengah, hingga Selat Hormuz, jalur energi dunia ditutup Iran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Ketua Dewan Energi Nasional (DEN) Bahlil Lahadalia menegaskan, Indonesia telah mengambil skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah berlangsung lama.
“Karena itu, kami mengambil skenario terburuk. Jika konflik berkepanjangan, maka sebagian impor crude dari Timur Tengah akan kita alihkan ke Amerika untuk memastikan kepastian pasokan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas pasokan minyak mentah nasional di tengah gangguan distribusi global, termasuk akibat dinamika di sekitar Selat Hormuz.
Bahlil memastikan bahwa impor solar saat ini sudah selesai dilakukan. Sementara itu, impor bensin RON 90, 93, 95, dan 98 tidak berasal dari Timur Tengah.
“Yang kita impor sekarang adalah bensin RON 90, 93, 95, dan 98. Alhamdulillah, impor BBM jenis ini tidak berasal dari Timur Tengah, melainkan dari negara-negara lain, termasuk Asia Tenggara. Jadi relatif tidak ada masalah,” jelasnya.
Selain crude dan BBM, pemerintah juga mencermati pasokan LPG. Saat ini, impor LPG Indonesia mencapai sekitar 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini meningkat menjadi 7,8 juta ton.
Sekitar 70% pasokan LPG berasal dari Amerika Serikat dan 30% dari Timur Tengah, khususnya dari Saudi Aramco.
“Mengingat dinamika yang terjadi, kita juga melakukan penyesuaian agar tidak mengambil risiko terlalu besar, dengan mengalihkan sebagian pasokan ke negara lain yang tidak terkait Selat Hormuz,” pungkas Bahlil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




