Iran Tutup Selat Hormuz, Israel Melunak dan Ajak Lebanon Berdamai
Jumat, 10 April 2026 | 01:10 WIB
Tel Aviv, Beritasatu.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Iran secara mengejutkan kembali menutup Selat Hormuz. Langkah strategis Teheran ini merespons serangan masif Israel terhadap Lebanon yang menewaskan ratusan warga sipil.
Penutupan jalur vital pasokan minyak dunia tersebut tampaknya berhasil memaksa posisi Israel melunak. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini menyatakan kesiapannya untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pemerintah Lebanon guna mengakhiri pertumpahan darah.
"Menanggapi permintaan berulang dari Lebanon untuk negosiasi langsung, saya menginstruksikan kabinet untuk memulai pembicaraan sesegera mungkin," ujar Netanyahu dalam pernyataan resminya, Jumat (10/4/2026).
Netanyahu menegaskan bahwa fokus utama negosiasi ini adalah penghentian serangan melalui gencatan senjata permanen. Selain itu, poin krusial yang akan dibahas mencakup pelucutan senjata Hizbullah dan pembangunan hubungan perdamaian jangka panjang antara kedua negara.
Langkah diplomatik ini muncul hanya sehari setelah serangan udara Israel di seluruh wilayah Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang. Serangan mematikan tersebut sebelumnya sempat mengancam stabilitas kesepakatan gencatan senjata sementara yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyambut positif perubahan sikap Israel dan menyatakan pihaknya tengah mengupayakan jalur diplomatik yang lebih kuat. Kabinet Lebanon bahkan telah memerintahkan pengetatan otoritas senjata hanya di bawah lembaga negara sebagai sinyal pengendalian terhadap kelompok Hizbullah.
“Pasukan keamanan diminta segera memperkuat penegakan otoritas negara dan memonopoli senjata hanya di tangan otoritas yang sah,” tegas Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam.
Sejauh ini, konflik yang pecah sejak 2 Maret lalu telah memaksa 1,2 juta warga Lebanon mengungsi. Berdasarkan data PBB, total korban tewas telah mencapai 1.888 jiwa dengan lebih dari 6.000 orang luka-luka.
Kini, fokus dunia tertuju pada efektivitas negosiasi tersebut di tengah blokade Selat Hormuz oleh Iran. Penutupan jalur laut tersebut dipandang sebagai "kartu as" Teheran untuk menekan eskalasi militer Israel di wilayah Lebanon.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




