ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Tutup Selat Hormuz, Israel Melunak dan Ajak Lebanon Berdamai

Jumat, 10 April 2026 | 01:10 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Suasana Lebanon yang hancur akibat serangan Israel. Akibat serangan dari Israel itu, membuat Iran kembali menutup Selat Hormuz.
Suasana Lebanon yang hancur akibat serangan Israel. Akibat serangan dari Israel itu, membuat Iran kembali menutup Selat Hormuz. (BBC)

Tel Aviv, Beritasatu.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Iran secara mengejutkan kembali menutup Selat Hormuz. Langkah strategis Teheran ini merespons serangan masif Israel terhadap Lebanon yang menewaskan ratusan warga sipil.

Penutupan jalur vital pasokan minyak dunia tersebut tampaknya berhasil memaksa posisi Israel melunak. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini menyatakan kesiapannya untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pemerintah Lebanon guna mengakhiri pertumpahan darah.

"Menanggapi permintaan berulang dari Lebanon untuk negosiasi langsung, saya menginstruksikan kabinet untuk memulai pembicaraan sesegera mungkin," ujar Netanyahu dalam pernyataan resminya, Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

Netanyahu menegaskan bahwa fokus utama negosiasi ini adalah penghentian serangan melalui gencatan senjata permanen. Selain itu, poin krusial yang akan dibahas mencakup pelucutan senjata Hizbullah dan pembangunan hubungan perdamaian jangka panjang antara kedua negara.

Langkah diplomatik ini muncul hanya sehari setelah serangan udara Israel di seluruh wilayah Lebanon menewaskan lebih dari 300 orang. Serangan mematikan tersebut sebelumnya sempat mengancam stabilitas kesepakatan gencatan senjata sementara yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyambut positif perubahan sikap Israel dan menyatakan pihaknya tengah mengupayakan jalur diplomatik yang lebih kuat. Kabinet Lebanon bahkan telah memerintahkan pengetatan otoritas senjata hanya di bawah lembaga negara sebagai sinyal pengendalian terhadap kelompok Hizbullah.

“Pasukan keamanan diminta segera memperkuat penegakan otoritas negara dan memonopoli senjata hanya di tangan otoritas yang sah,” tegas Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam.

Sejauh ini, konflik yang pecah sejak 2 Maret lalu telah memaksa 1,2 juta warga Lebanon mengungsi. Berdasarkan data PBB, total korban tewas telah mencapai 1.888 jiwa dengan lebih dari 6.000 orang luka-luka.

Kini, fokus dunia tertuju pada efektivitas negosiasi tersebut di tengah blokade Selat Hormuz oleh Iran. Penutupan jalur laut tersebut dipandang sebagai "kartu as" Teheran untuk menekan eskalasi militer Israel di wilayah Lebanon.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon