Iran Peringatkan Perang Bisa Lumpuhkan Produksi dan Ekspor Minyak
Minggu, 8 Maret 2026 | 13:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa perang yang terus berlanjut berpotensi melumpuhkan kemampuan negaranya untuk memproduksi dan mengekspor minyak.
Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Ghalibaf menegaskan bahwa dampak perang dapat mengganggu sektor energi Iran secara signifikan.
“Jika perang berlanjut seperti ini, tidak akan ada cara lagi untuk menjual minyak, bahkan tidak ada kapasitas untuk memproduksinya,” ujar Ghalibaf dikutip dari Al Jazeera, Minggu (8/3/2026).
Pernyataan tersebut menyoroti besarnya tekanan yang dapat muncul pada industri minyak Iran apabila konflik semakin berkepanjangan. Iran merupakan salah satu produsen minyak penting di kawasan Timur Tengah yang selama ini menghadapi berbagai hambatan, mulai dari sanksi internasional hingga ketegangan geopolitik.
Gangguan terhadap produksi dan ekspor minyak Iran berpotensi memicu dampak yang lebih luas pada pasar energi global. Ketidakpastian pasokan dari negara produsen utama sering kali memengaruhi harga minyak dunia, terutama ketika terjadi konflik di kawasan yang menjadi pusat produksi energi.
Selain itu, dampak perang mencerminkan kekhawatiran bahwa infrastruktur energi dapat terdampak jika konflik meningkat. Fasilitas produksi, jaringan distribusi, hingga jalur ekspor minyak menjadi aset strategis yang rentan terganggu dalam situasi perang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




