Wall Street Stabil meski Harga Minyak Melonjak
Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00 WIB
‎Jakarta, Beritasatu.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) relatif stabil pada perdagangan Rabu (11/3/2026), meskipun harga minyak dunia kembali naik di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik dengan Iran.
‎
‎Indeks utama di Wall Street bergerak terbatas setelah sebelumnya mengalami volatilitas tinggi sejak pecahnya perang. S&P 500 turun tipis 0,1%, menandai hari kedua pergerakan moderat setelah periode fluktuasi tajam.
‎
‎Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah 289 poin atau 0,6%. Sebaliknya, Nasdaq Composite masih mencatat kenaikan tipis 0,1%.
Baca Juga: IHSG Ditutup Terkoreksi 0,69 Persen, 383 Saham Melemah
‎
‎Sejak konflik dimulai, lonjakan harga minyak memicu pergerakan naik turun di pasar keuangan global, bahkan dalam hitungan jam. Pekan ini, harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi sejak 2022 karena kekhawatiran produksi energi di Timur Tengah bisa terganggu dalam waktu lama. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran lonjakan inflasi global yang dapat menekan perekonomian dunia.
‎
‎Dikutip dari AP, untuk menahan lonjakan harga, International Energy Agency (IEA) mengumumkan bahwa negara-negara anggotanya akan melepas cadangan minyak dalam jumlah besar hingga 400 juta barel dari stok yang disiapkan untuk keadaan darurat.
‎
‎Langkah tersebut diperkirakan dapat menekan harga minyak dalam jangka pendek. Namun, pasar energi baru benar-benar stabil apabila aliran minyak dan gas alam dari kawasan Teluk Persia kembali normal. Karena itu, investor global kini menunggu perkembangan konflik tersebut.
Baca Juga: Update Harga Minyak Dunia: Naik Hampir 4 Persen
‎
‎Pada perdagangan terakhir, harga minyak Brent melonjak 4,8% menjadi US$ 91,98 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai patokan AS naik 4,6% menjadi US$ 87,25 per barel.
‎
‎Secara keseluruhan, S&P 500 turun 5,68 poin ke level 6.775,80, Dow Jones melemah 289,24 poin menjadi 47.417,27, sementara Nasdaq naik 19,03 poin ke 22.716,13.
‎
‎Di pasar saham global, bursa Eropa ditutup melemah setelah sebelumnya pasar Asia mencatat kinerja lebih baik. Indeks DAX Jerman turun 1,4%, sementara Nikkei 225 Jepang menguat 1,4%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




