Bursa Saham Global Menguat Seusai Trump Ingin Akhiri Perang
Selasa, 24 Maret 2026 | 07:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bursa saham global menguat pada Senin (23/3/2026) seusai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan adanya peluang berakhirnya perang dengan Iran. Pernyataan tersebut memicu optimisme di pasar, meski langsung dibantah oleh pihak Iran, sehingga pergerakan saham tetap diliputi ketidakpastian.
Dikutip dari AP, sentimen positif sempat mendorong reli saham dan penurunan harga minyak. Harga minyak mentah Brent anjlok 10,9% menjadi US$ 99,94 per barel. Penurunan ini terjadi seusai Trump menyatakan AS dan Iran telah melakukan pembicaraan produktif selama dua hari terakhir terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Pada awal pekan ini, indeks utama S&P 500 naik 1,1% ke 6.581,00 dan mencatatkan kinerja harian terbaik sejak konflik dimulai. Namun, penguatan tersebut berlangsung hati-hati karena muncul bantahan dari pihak Iran.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Ada Deal dengan Iran, Teheran Sebut Omong Kosong
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menegaskan tidak ada pembicaraan dengan Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut informasi tersebut sebagai berita palsu yang digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak.
Akibatnya, volatilitas pasar meningkat. Indeks Dow Jones Industrial Average sempat melonjak hampir 1.135 poin pada perdagangan pagi, tetapi kenaikannya kemudian menyusut menjadi sekitar 540 poin sebelum akhirnya ditutup menguat 631 poin ke 46.208,47. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite juga naik 1,4% ke level 21,946.76.
Baca Juga: Update Harga Emas Dunia: Turun Tipis karena Trump Tunda Serangan
Di Eropa, bursa saham langsung berbalik arah dari zona merah ke hijau seusai pernyataan Trump. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,8%, sementara DAX Jerman menguat 1,2%. Sebaliknya, pasar saham Asia yang telah lebih dahulu ditutup mencatatkan penurunan tajam. Kospi Korea Selatan merosot 6,5%, Nikkei 225 Jepang turun 3,5%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 3,5%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




