Wall Street Cetak Rekor, Bursa Saham Global Justru Melemah
Jumat, 11 Juli 2025 | 16:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Mayoritas bursa saham global melemah pada perdagangan Jumat (11/7/2025), meski Wall Street pada Kamis (10/7/2025) baru saja mencetak rekor tertinggi.
Pada awal perdagangan Eropa, indeks DAX di Jerman turun 0,9% menjadi 24.246,86. Di Paris, indeks CAC 40 merosot 0,7% ke level 7.850,46, sementara indeks FTSE 100 di Inggris turun tipis 0,2% ke 8.956,81.
Di Asia, pergerakan bursa saham cenderung variatif. Pasar saham China sempat menguat tajam pada awal perdagangan, terdorong oleh spekulasi stimulus tambahan dari pemerintah dan peningkatan peringkat saham Hong Kong oleh Goldman Sachs menjadi “market-weight”.
Namun, penguatan tersebut akhirnya terkikis. Indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup naik 0,6% menjadi 24.172,50, dan indeks Shanghai Composite hanya naik 0,1% ke 3.510,18.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Tokyo ditutup melemah 0,2% ke posisi 39.569,68. Indeks Kospi Korea Selatan juga turun 0,2% ke level 3.173,77. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,1% menjadi 8.580,10. Indeks BSE Sensex India jatuh 0,8% ke 82.518,15.
Di dalam negeri, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat seharian pada perdagangan hari ini. IHSG hari ini ditutup menguat 0,60% atau sebesar 42,06 poin ke level 7.047,4. Sepanjang hari ini, indeks bergerak dalam kisaran 7.026-7.055.
Sebelumnya pada Kamis,, Wall Street kembali mencatat rekor setelah Delta Air Lines memulai musim laporan keuangan dengan hasil dan proyeksi yang melebihi ekspektasi. Hal ini memicu reli saham maskapai penerbangan.
Indeks S&P 500 naik 0,3%, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai pekan lalu. Nasdaq menguat tipis 0,1% dan mencatatkan rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. Dow Jones juga menguat 0,4%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




