Laba Menipis karena Harga Plastik Mahal, Pedagang Kopi Keliling Pusing
Selasa, 7 April 2026 | 15:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kenaikan harga plastik hingga 50% sejak awal April 2026 mulai berdampak pada pedagang kopi keliling di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (7/4/2026).
Para pedagang mengaku mengalami penurunan keuntungan akibat melonjaknya harga bahan pendukung, terutama plastik sekali pakai seperti sedotan, kantong plastik, dan gelas minuman.
Sejumlah pedagang menyebutkan, kenaikan harga plastik membuat biaya operasional meningkat signifikan. Meski demikian, mereka memilih untuk tidak menaikkan harga jual demi mempertahankan pelanggan di tengah persaingan usaha.
Saat ini, harga segelas kopi tetap dipatok Rp 5.000 untuk kopi panas, sementara jika memakai es batu dijual Rp 8.000 per gelas. Erna, salah satu pedagang kopi keliling, mengatakan dirinya tetap mempertahankan harga meski biaya bahan baku meningkat.
“Saya tidak menaikkan harga walaupun harga plastik naik sekitar 50%. Keuntungan memang jadi sedikit, tetapi demi menjaga pelanggan saya tetap bertahan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pedagang lain, Siti. Ia mengaku khawatir kehilangan pelanggan jika menaikkan harga jual.
“Saya masih jual Rp 5.000 untuk kopi biasa dan Rp 8.000 untuk kopi pakai es. Tidak berani naikkan harga, takut pelanggan kabur. Mau tidak mau keuntungan jadi tipis, yang penting masih bisa berputar, alhamdulillah,” katanya.
Para pedagang berharap harga plastik dapat segera kembali normal dan stabil. Mereka menilai kenaikan harga ini dipicu terganggunya pasokan bahan baku plastik di pasar global yang berkaitan dengan konflik di kawasan Timur Tengah.
Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil, seperti pedagang kopi keliling, menjadi pihak yang paling terdampak karena keterbatasan dalam menyesuaikan harga jual di tengah ketatnya persaingan pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




