Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Respons Logis Dampak Ketegangan Global
Minggu, 19 April 2026 | 10:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) dinilai sebagai langkah yang tidak terhindarkan di tengah tekanan global.
Kenaikan ini terutama dipicu oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi mengatakan, penetapan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar internasional, sehingga perubahan harga menjadi konsekuensi logis dari dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Saya kira ini menjadi sesuatu yang tidak terelakkan, yang penting pemerintah atau operator dalam menetapkan harga itu tidak menggunakan jurus yang ugal-ugalan, artinya sesuai dengan besaran harga minyak mentah dunia,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut merupakan realitas ekonomi yang harus dihadapi baik oleh operator maupun konsumen. Namun, transparansi dalam penentuan harga menjadi hal krusial agar tidak terjadi pengambilan margin berlebihan.
Menurut Tulus, operator harus tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Keputusan Menteri ESDM Nomor 245 Tahun 2022 tentang Formula Harga Dasar untuk Menghitung Harga Jual Eceran BBM Nonsubsidi, guna menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan bisnis energi.
Selain itu, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah yang mencapai sekitar 60% turut membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap perubahan global.
Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian harga secara dua arah. Artinya, ketika harga minyak dunia turun, operator diharapkan segera menurunkan harga BBM agar tetap adil bagi konsumen.
“Nanti kalau harga minyak mentah dunia turun, saya kira operator juga harus meninjau harganya agar ada keadilan kepada konsumen,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa BBM nonsubsidi merupakan komoditas yang harganya fluktuatif mengikuti pasar global. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan energi nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




