Vale Raih Pinjaman Rp 12 T untuk Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
Jumat, 24 April 2026 | 17:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memperoleh fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$ 750 juta atau sekitar Rp 12,96 triliun. Perseroan juga memiliki opsi tambahan (greenshoe) hingga US$ 250 juta, sehingga total potensi pendanaan mencapai US$ 1 miliar. Dana ini akan menjadi pendorong utama ekspansi proyek hilirisasi nikel berkelanjutan.
Chief Financial Officer Vale, Rizky Andhika Putra, menjelaskan bahwa pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk tiga proyek strategis dalam rencana investasi jangka menengah perusahaan.
“Pada 2026, sekitar 50% dari pendanaan ini dialokasikan untuk proyek IGP Pomalaa, 30% untuk IGP Morowali, dan 20% untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite,” ujar Rizky seusai seremoni penandatanganan fasilitas SLL di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Memasuki 2027, dana tersebut akan difokuskan untuk penyelesaian proyek serta pemenuhan participating right dalam proyek joint venture yang sedang berjalan.
Rizky menegaskan bahwa fasilitas ini masih berupa plafon pembiayaan dan belum dilakukan penarikan dana. Skema yang digunakan adalah revolving credit facility, sehingga pencairan akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan proyek.
“Per hari ini dana belum ditarik, karena sifatnya plafon. Penarikan akan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan hingga US$ 750 juta,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa strategi pendanaan perusahaan tidak hanya bergantung pada utang, tetapi juga mengandalkan ekuitas. Meski demikian, kebutuhan pembiayaan diproyeksikan tetap besar seiring ekspansi agresif.
“Dalam beberapa tahun ke depan, kemungkinan besar kami membutuhkan tambahan utang sekitar US$ 1,5 miliar,” katanya.
Fasilitas pinjaman ini didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 1,7 kali, mencerminkan tingginya kepercayaan global terhadap fundamental bisnis Vale.
Pendanaan disusun berdasarkan Sustainability-Linked Financing Framework dengan indikator kinerja utama seperti penurunan emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.
BACA JUGA
PT Vale Indonesia Catat Skor ESG Terbaik 23,7 Masuk 15 Perusahaan Tambang Berisiko Terendah Dunia
Langkah ini menjadi debut Vale di pasar pinjaman sindikasi internasional sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan hilirisasi nikel berbasis prinsip ESG.
Pendanaan SLL ini diharapkan menjadi katalis percepatan pembangunan proyek strategis Vale yang terintegrasi dalam rantai pasok industri baterai dan kendaraan listrik global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




