ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hipmi Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Pangan Nasional

Selasa, 28 April 2026 | 17:37 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Proses pemasukan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Proses pemasukan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). (Antara/Syifa Yulinnas)

Jakarta, Beritasatu.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menilai industri kelapa sawit memiliki posisi strategis dalam menopang kebutuhan pangan nasional.

Ketua Bidang Pertanian dan Ketua Satgas Pangan BPP Hipmi M Hadi Nainggolan mengatakan, sektor sawit dari hulu hingga hilir telah berkontribusi besar dalam menyediakan pangan bagi sekitar 280 juta penduduk Indonesia.

Menurutnya, kelapa sawit memiliki berbagai keunggulan sebagai bahan baku pangan, mulai dari harga yang kompetitif, produktivitas tinggi, pasokan yang stabil, hingga fleksibilitas penggunaan dalam berbagai produk.

ADVERTISEMENT

"Dari kelapa sawit kita menghasilkan berbagai macam produk turunan di bidang pangan. Banyak sekali produk pangan yang dihasilkan dari kelapa sawit," ujarnya di Jakarta, Selasa(28/4/2026).

Ia menambahkan, luas perkebunan kelapa sawit nasional yang mendekati 17 juta hektare harus dipandang sebagai kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan. Selain itu, produksi sawit yang tidak bergantung pada musim membuat pasokannya relatif konsisten sepanjang tahun.

"Saya sepakat bahwa kelapa sawit ini adalah tanaman unggulan dan andalan Indonesia yang harus dioptimalkan sebaik mungkin," tegasnya.

Ia juga mendorong para pengusaha, khususnya anggota Hipmi, untuk tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, seperti tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO), tetapi juga masuk ke sektor hilirisasi guna menciptakan produk bernilai tambah.

"Saat ini hampir semua pengusaha sukses di Hipmi memiliki kebun kelapa sawit, tetapi hanya sebatas menghasilkan TBS dan CPO. Kita masih perlu mendorong agar para pengusaha terjun ke sektor hilirisasi," ujarnya.

Selama ini, industri sawit telah menghasilkan beragam produk pangan, seperti minyak goreng, margarin, roti, kopi, cokelat, biskuit, hingga mentega putih (shortening). Pengembangan produk hilir dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumen dari sisi kualitas, stabilitas, dan kandungan nutrisi.

Untuk mempercepat hilirisasi, Hipmi mendorong sinergi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang telah memiliki program pangan dan hilirisasi guna memperkuat industri sawit nasional sekaligus meningkatkan daya saing global.

"Kami mengajak BPDP melompat lebih tinggi dengan menciptakan program inkubasi skala industri di program pangan," katanya.

Menurut Hadi, keberhasilan hilirisasi sawit di sektor pangan akan membawa dampak luas, mulai dari penguatan ketahanan pangan hingga penciptaan lapangan kerja baru.

"Kita mendorong di Hipmi ada satu pengusaha di setiap provinsi terjun ke hilirisasi sawit sektor pangan. Harus ada pengusaha yang bisa mengolah kebun sawit menjadi produk-produk pangan seperti mentega hingga keju," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hilirisasi Sawit Harus Ciptakan Produk Inovatif Berbasis Teknologi

Hilirisasi Sawit Harus Ciptakan Produk Inovatif Berbasis Teknologi

EKONOMI
Bappenas Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Riset dan Teknologi

Bappenas Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Riset dan Teknologi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon