ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rupiah Terus Tertekan, Purbaya Terpantau Gelar Rapat Dadakan

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:35 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Rapat dadakan Menkeu Purbaya bersama pejabat Kemenkeu.
Rapat dadakan Menkeu Purbaya bersama pejabat Kemenkeu. (Beritasatu.com/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat mendadak bersama sejumlah pejabat Kementerian Keuangan di lobi gedung Djuanda I, kantor pusat Kemenkeu, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah pemerintah dalam meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rapat digelar di tengah pelemahan rupiah yang ditutup pada level Rp 17.528 per dolar AS pada perdagangan Selasa sore. Posisi tersebut turun 114 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.414 per dolar AS.

Sejumlah pejabat tinggi Kementerian Keuangan turut hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, serta Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.

ADVERTISEMENT

Saat ditanya apakah rapat itu berkaitan dengan upaya membantu Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas rupiah, Purbaya membenarkannya.

“Iya kira-kira itu,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Namun, Purbaya belum mengungkap secara rinci strategi yang akan ditempuh pemerintah untuk menahan tekanan di pasar keuangan.

“Strateginya masih rahasia, kalau dikasih tahu nanti musuh tahu,” tegasnya.

Purbaya menjelaskan pemerintah sedang mempertimbangkan langkah untuk membantu menjaga stabilitas pasar obligasi atau bond market. Menurutnya, stabilisasi pasar obligasi penting agar tekanan tidak meluas ke pasar nilai tukar.

“Namun, kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond, nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” ujarnya.

Salah satu instrumen yang dipersiapkan pemerintah adalah Bond Stabilization Fund (BSF). Skema tersebut dinilai dapat digunakan untuk menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN), terutama ketika imbal hasil atau yield obligasi meningkat terlalu tinggi.

Sebelumnya, Purbaya juga menyatakan Kementerian Keuangan siap membantu Bank Indonesia melalui intervensi di pasar obligasi agar kenaikan yield SBN tidak memicu keluarnya dana asing dari pasar domestik.

“Kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang nganggur, kita intervention bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi,” ujar Purbaya seusai pelantikan pejabat Kemenkeu pada Selasa pagi.

Ia menambahkan pemerintah akan mulai mengambil langkah stabilisasi pasar mulai Rabu (13/5/2026).

“Kita akan mulai membantu besok,” kata Purbaya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Rupiah Terkapar! Defisit Fiskal dan Modal Asing Kabur Jadi Pemicunya

Rupiah Terkapar! Defisit Fiskal dan Modal Asing Kabur Jadi Pemicunya

MULTIMEDIA
Mendag Minta Eksportir Manfaatkan Pelemahan Rupiah

Mendag Minta Eksportir Manfaatkan Pelemahan Rupiah

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
Aksi Ambil Untung Dolar AS Bawa Rupiah Menguat ke Rp 17.475

Aksi Ambil Untung Dolar AS Bawa Rupiah Menguat ke Rp 17.475

EKONOMI
Rupiah Hari Ini Turun Makin Dalam Menembus Rp 17.528

Rupiah Hari Ini Turun Makin Dalam Menembus Rp 17.528

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon