Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen
Rabu, 13 Mei 2026 | 16:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Indeks turun 135,5 poin atau 1,98% ke level 6.723,3 di tengah tekanan sentimen global dan domestik.
Tekanan pasar kian bertambah setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil rebalancing periode Mei 2026 yang mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks global tersebut. Sentimen ini ikut menekan pergerakan saham berkapitalisasi besar di bursa.
Dalam pengumuman terbarunya, MSCI mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks global dalam hasil tinjauan periode Mei 2026. Saham-saham tersebut berasal dari kategori MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap, yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria indeks dan akan efektif berlaku pada awal Juni 2026.
Meski demikian, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan hingga 24% dalam sehari.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi tercatat mencapai Rp 19,33 triliun dengan volume perdagangan 36,6 miliar saham dan frekuensi 2,27 juta kali transaksi. Sebanyak 260 saham menguat, 428 saham melemah, dan 271 saham stagnan.
Dua sektor masih bertahan di zona hijau, yakni sektor transportasi yang naik 4,89% dan sektor perindustrian yang menguat 1,26%.
Sementara itu, tekanan terbesar terjadi pada sektor barang baku yang turun 4,43%, disusul infrastruktur 2,72%, energi 1,61%, barang konsumen primer 1,4%, kesehatan 1,22%, teknologi 0,71%, properti 0,7%, keuangan 0,58%, serta barang konsumen nonprimer 0,44%.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dunia sehingga meningkatkan risiko inflasi global.
Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari keputusan MSCI yang mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks global. Investor menilai hal tersebut dapat memicu tekanan lanjutan pada sejumlah saham terkait aliran dana asing.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan beban subsidi energi serta risiko fiskal pemerintah.
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru mencatat lonjakan harga. Saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) naik 24,56% ke Rp 284, disusul PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang menguat 22,7% ke Rp 2.000.
Kemudian PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) melonjak 18,12% ke Rp 3.390, PT Esta Indonesia Tbk (NEST) naik 18% ke Rp 590, serta PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) menguat 16,03% ke Rp 152.
Sementara itu, sejumlah saham mengalami koreksi tajam. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok 14,85% ke Rp 4.300, PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) turun 14,84% ke Rp 2.180, dan PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) melemah 14,67% ke Rp 3.410.
Selain itu, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) turun 14,66% ke Rp 163 dan PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) terkoreksi 14,29% ke Rp 96.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




