Hadapi El Nino, Mentan Perkuat Infrastruktur Pertanian
Kamis, 18 Juni 2026 | 19:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino Godzilla terhadap sektor pangan nasional.
Menurut Amran, pemerintah memperkuat infrastruktur pertanian guna meminimalkan risiko penurunan produksi pangan apabila fenomena cuaca tersebut benar-benar terjadi.
“Jadi dampak El Nino Godzilla sebagaimana disampaikan oleh BMKG, insyaallah itu bisa kita mitigasi risikonya,” ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan berbagai program yang telah dijalankan mencakup pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan, hingga pembukaan sawah baru.
Salah satu fokus pemerintah adalah optimalisasi lahan rawa yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu kali panen dalam setahun. Melalui program tersebut, produktivitas lahan diharapkan meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen setiap tahun.
Selain itu, pemerintah terus melanjutkan program cetak sawah guna memperluas areal tanam sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Amran juga melaporkan kondisi cadangan pangan kepada Presiden. Saat ini stok beras nasional mencapai sekitar 5,2 juta ton. Sementara itu, potensi produksi dari tanaman padi yang masih berada dalam fase pertumbuhan diperkirakan mencapai 10 juta-11 juta ton.
Di luar stok dan potensi produksi tersebut, ketersediaan beras yang berada di rumah tangga, hotel, serta restoran diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta ton.
Berdasarkan perhitungan pemerintah, total cadangan pangan yang tersedia saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 10-11 bulan ke depan.
“Beliau memberikan arahan dan petunjuk agar El Nino Godzilla terus diwaspadai serta ditindaklanjuti dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat,” kata Amran.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi menegaskan sektor pangan merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan bangsa.
Menurut dia, pemerintah terus menjalankan berbagai program untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.
“Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Menjaga pangan berarti menjaga kedaulatan dan masa depan negara,” ujar Suwandi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Suwandi menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional dalam lima tahun mendatang. Fokus tersebut diarahkan untuk mendukung swasembada pangan, program makan bergizi gratis (MBG), pengembangan biofuel, serta hilirisasi sektor pertanian.
Ia menilai Indonesia memasuki musim kemarau tahun ini dengan kesiapan yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Berbagai program penguatan produksi telah dijalankan, mulai dari optimalisasi lahan, pencetakan sawah baru, pembangunan dan pengembangan irigasi perpompaan, penyediaan benih unggul, hingga penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Suwandi juga menegaskan kondisi iklim tahun ini berbeda dengan fenomena El Nino kuat yang terjadi pada 2015 maupun 2023. Berdasarkan pemantauan BMKG dan satelit NOAA, musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung dalam kondisi yang lebih terkendali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




