ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pesona Emas Dunia Pudar Akibat Kebijakan The Fed

Jumat, 19 Juni 2026 | 05:03 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Harga emas dunia kembali melemah.
Harga emas dunia kembali melemah. (AP)

New York, Beritasatu.com – Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) waktu setempat, setelah Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih hawkish dan mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Dari sisi lain, meredanya kekhawatiran inflasi setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran turut membatasi minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.246,55 per troy ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS melemah lebih dalam, yakni 2,7% ke level US$ 4.264,30 per troy ons.

Pelemahan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 1,8% menjadi US$ 66,75 per troy ons. Harga platinum terkoreksi 0,9% ke level US$ 1.718,27 per troy ons, sedangkan paladium melemah 2,1% menjadi US$ 1.285,10 per troy ons.

ADVERTISEMENT

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan tekanan terbesar terhadap emas saat ini berasal dari sikap The Fed yang cenderung lebih ketat dalam kebijakan moneternya.

"Hal paling signifikan adalah kecenderungan hawkish dari The Fed. Kondisi itu mendorong dolar AS mencapai level tertinggi tahun ini dan menekan harga emas," ujar Grant, dikutip dari Reuters.

Pada pertemuan yang berlangsung Rabu (17/6/2026), The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, sembilan dari 19 pejabat pembuat kebijakan memperkirakan masih diperlukan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Setelah keputusan tersebut, indeks dolar AS menguat hingga mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2026 mencapai 85%. Angka tersebut meningkat dibandingkan proyeksi sebelum pernyataan kebijakan The Fed yang berada di kisaran 61%.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas cenderung kurang menarik ketika suku bunga berada pada level tinggi karena investor memiliki alternatif investasi yang menawarkan tingkat pengembalian lebih besar.

Selain faktor suku bunga, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. AS dan Iran telah merilis teks kesepakatan sementara yang ditandatangani kedua presiden untuk mengakhiri konflik yang berlangsung di antara kedua negara.

Meski demikian, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Washington dapat kembali melancarkan serangan apabila Iran tidak mematuhi komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut.

Kesepakatan tersebut turut memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent turun ke level terendah sejak 2 Maret 2026, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level terendah sejak 4 Maret 2026.

Penurunan harga energi dinilai membantu meredakan kekhawatiran inflasi sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap kenaikan harga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

Permintaan Emas di India dan China Masih Lesu meski Harga Turun

EKONOMI
Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Tiga Minggu Beruntun

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

Update Harga Emas Dunia: Turun Tajam 1,5 Persen, Perak 1,8 Persen

EKONOMI
Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen Tertekan Sentimen Hawkish The Fed

EKONOMI
Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

Update Harga Emas Dunia: Turun Tertekan Dolar AS

EKONOMI
Harga Perak Antam Anjlok Rp 1.100 Per Gram Hari Ini 18 Juni 2026

Harga Perak Antam Anjlok Rp 1.100 Per Gram Hari Ini 18 Juni 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon