ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Perlu Jangkar Kebijakan Jelas untuk Intervensi Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 19 Juni 2026 | 06:13 WIB
AH
MK
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: MBK
Gerbang gedung Bank Indonesia
Gerbang gedung Bank Indonesia (AFP)

Yusuf juga mengingatkan pentingnya menjaga batas antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurut dia, aturan pelaksana perlu memberikan batasan yang jelas terhadap skema kerja sama pemerintah dan BI agar tidak menimbulkan persepsi bank sentral menjadi sumber pembiayaan fiskal pemerintah.

"Jangan sampai pasar melihat BI sebagai pembiaya pemerintah. Dalam istilah teknis disebut fiscal dominance, ketika kebijakan fiskal mendominasi kebijakan moneter. Jangan sampai fiscal dominance over monetary policy," ujarnya.

Yusuf menegaskan perluasan mandat BI tidak boleh mengurangi fleksibilitas bank sentral dalam mengambil keputusan moneter. Menurutnya, BI harus tetap memiliki independensi untuk mengutamakan pengendalian inflasi ketika stabilitas harga berada dalam tekanan, meskipun pada saat yang sama terdapat dorongan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Untuk diketahui, pemerintah dan DPR mengesahkan revisi UU P2SK pada 4 Juni 2026. Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah penyesuaian mandat Bank Indonesia yang dinilai memperluas peran bank sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

Namun hingga kini, naskah final hasil revisi tersebut belum tersedia secara terbuka sehingga publik belum dapat menelaah secara utuh rincian ketentuan yang telah disepakati.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bank Sentral Filipina Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin

Bank Sentral Filipina Naikkan Suku Bunga 25 Basis Poin

EKONOMI
Bank Sentral Dunia Makin Agresif Tambah Cadangan Emas

Bank Sentral Dunia Makin Agresif Tambah Cadangan Emas

EKONOMI
Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

EKONOMI
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

EKONOMI
Rupiah Melemah, Purbaya: Bukan Cerminan Ekonomi RI

Rupiah Melemah, Purbaya: Bukan Cerminan Ekonomi RI

EKONOMI
Harga Emas Dunia Diprediksi Bisa Tembus US$ 5.000-US$ 6.000

Harga Emas Dunia Diprediksi Bisa Tembus US$ 5.000-US$ 6.000

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon