Pengusaha Minta Bunga Kredit Turun, Ini Jawaban BI
Senin, 7 Desember 2015 | 14:39 WIB
Jakarta –Bank Indonesia (BI) menilai pengusaha tidak fair lantaran hanya ingin suku bunga kredit perbankan turun, namun di sisi lain tetap menginginkan bunga deposito tetap menguntungkan.
Deputi Gubernur Senior BI menyatakan pengusaha yang menuntut bunga kredit murah sama artinya mereka ingin memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga subsidi dari pemerintah. "Masa pengusaha mau minta subsidi pemerintah, mereka melihatnya penurunan suku bunga kredit saja, tapi bunga depositonya maunya tinggi. Siapa yang mau nalangin defisitnya?," kata Mirza kepada Beritasatu.com, Senin (7/12).
Ditambahkan, BI lebih memilih memberi kelonggaran melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM). Dari kebijakan tersebut diperkirakan akan ada dana Rp 18 triliun yang masuk ke sistem perbankan dan bisa diterima oleh seluruh bank. Aliran dana GWM ke perbankan ini selanjutnya dapat digunakan untuk menyalurkan kredit baik tahun ini maupun tahun depan.
"Jika perbankan belum bisa menyalurkan dana dalam bentuk kredit, dana ini bisa dipakai untuk menurunkan bunga deposito. Tinggal banknya mau nurunin bunga kredit tidak. Harusnya kalau sudah terima limpahan dana, bunga kredit bisa turun, tapi bukan berati bisa langsung karena ini bukan mesin, selalu ada timelag, paling cepat 3 bulan," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) mengimbau Bank Indonesia (BI) untuk mengevaluasi kebijakan suku bunga acuan (BI rate) sehingga bunga kredit perbankan bisa turun dari kisaran saat ini 12-13 persen. Harapannya agar terjadi peningkatan investasi sebagai modal meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




