ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Berbasis Agro RI Paling Unggul Saat MEA

Rabu, 13 Januari 2016 | 22:00 WIB
TL
B
Penulis: Tri Listiyarini | Editor: B1
Ilustrasi komoditas CPO
Ilustrasi komoditas CPO (Kemenperin )

Jakarta - Indonesia memiliki keunggulan dibanding negara-negara Asean lainnya saat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) diberlakukan, terutama dari sisi industri berbasis agro dengan bahan baku minyak sawit, kakao, kopi, teh, rotan, dan rempah-rempah. Selain memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah, Indonesia juga memiliki kompetensi untuk mengembangkan industri berbasis agro tersebut dengan menghasilkan produksi jadi maupun setengah jadi yang lebih berkualitas.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengungkapkan, selama ini baru industri berbasis agro berbahan baku minyak sawit yang digembar-gemborkan sebagai komoditas unggulan asal Indonesia dengan kompetitor utama Malaysia. "Padahal di luar sawit, Indonesia punya kakao, kopi, teh, rotan, juga rempah-rempah, Indonesia jauh lebih unggul dan memiliki banyak kelebihan dibanding negara Asean lainnya, potensi Indonesia luar biasa, Indonesia bisa memperluas pasar tak hanya di Asean tapi juga di luar Asean," kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (13/1).

Hanya saja, kata dia, agar daya saing produk industri berbasis agro Indonesia lebih berdaya saing maka pemerintah harus memberi sentuhan atau keberpihakan dan intervensi terhadap industri tersebut. Keberpihakan itu di antaranya dengan memperkuat ketersediaan infrastruktur, mengingat saat ini mayoritas potensi pengembangan industri berbasis agro justru di luar Jawa. "Industri berbasis agro memiliki potensi pasar yang besar tidak hanya di Asean, tapi di luar Asean. Namun harus ada intervensi dengan melakukan rekayasa karena potensi itu umumnya di luar Jawa," kata dia.

Menurut Enny, pemerintah bisa dengan mudah melakukan intervensi tersebut, di antaranya dengan mengoptimalkan pemanfaatan dana desa yang tahun ini mencapai lebih dari Rp 40 triliun. Dana desa harus diarahkan untuk pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan keunggulan komoditas agro masing-masing daerah. "Apabila sekian ribu desa bergerak bersama membangun infrastruktur yang disesuaikan dengan komoditas agro unggulan masing-masing maka Indonesia akan mendapatkan peningkatan daya saing produk industri agro secara cepat. Produk industri agro yang semula hanya dibuat skala kecil bisa di-up grade sehingga bisa masuk pasar Asean, sekalipun hanya melalui proses packaging," kata dia.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon