ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kuala Tanjung Ditargetkan Selesai Akhir 2016

Jumat, 11 Maret 2016 | 13:06 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. (Istimewa)

Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menargetkan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap I untuk Terminal Multi Purpose akan selesai dibangun pada akhir tahun 2016, dan efektif beroperasi pada kuartal 1 2017. Saat ini pembangunan fisik terminal multi purpose Pelabuhan Kuala Tanjung telah mencapai 42%.

Demikian dikatakan Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana, dalam siaran persnya, Jumat (11/3). Ia mengatakan, proses pembangunan terminal multi purpose Pelabuhan Kuala Tanjung ini relatif cepat sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 27 Januari 2015, yang diresmikan oleh Presiden, Joko Widodo. Tahap 1, pelabuhan ini akan memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 km, dermaga sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14 – 17 mLWS.

\Bambang menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan sebagai "Industrial Gateway Port" yang mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri, dimana pelabuhan ini akan dikembangkan dalam empat tahap, yaitu tahap I pengembangan Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung (2015 - 2017), tahap ke-II pengembangan kawasan Industri di Kuala Tanjung seluas 3000 Ha (2016 - 2018), tahap ke-III pengembangan Dedicated Terminal/Hub Port (2017 - 2019) dan tahap ke-IV pengembangan kawasan industry terintegrasi (2021 - 2023).

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui program tol laut. Dengan mengembangkan Kuala Tanjung merupakan kunci untuk mengembangkan sektor logistik di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Letak strategis wilayah kerja Pelindo 1 yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, yang merupakan alur pelayaran terpadat di dunia merupakan potensi dan peluang yang harus dikembangkan.

Ia mengatakan, selain mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga mengoptimalkan potensi yang dimiliki salah satunya dengan mengoptimalkan pelayanan pada segmen Pelayanan Kapal atau Marine Service. Pelayanan Marine Service ini seperti, seperti pelayanan pemanduan laut dalam (Deep See Pilotage) di Selat Malaka, pelayanan kegiatan Ship To Ship Transfer (STS) atau kegiatan alih muat komoditas dari satu kapal ke kapal lain di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, dan pelayanan pemanduan dan penundaan di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Untuk optimalisasi bisnis marine tersebut, Pelindo 1 telah menyiapkan segala sumber daya yang dimiliki seperti kesiapan SDM, fasilitas dan peralatan. Salah satunya adalah dengan menambah satu armada kapal, yaitu Kapal Tunda atau Tug Boat yang bernama Sei Deli V yang akan melayani kegiatan marine services di pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang merupakan cabang di wilayah Pelindo 1 yang berda dikawasan perairan Selat Malaka.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon