2013, BPS Mulai Lakukan Sensus Pertanian
Senin, 2 April 2012 | 15:51 WIB
Sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan sensus pertanian pada 2013. Sensus tersebut diharapkan bisa menyajikan data yang lebih akurat mengenai data-data pertanian.
Menurut Kepala BPS Suryamin, sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Pada 2011, sektor tersebut memberi kontribusi bagi produk domestik bruto (PDB) sebesar 14,7 persen, menempati posisi kedua setelah sektor industri pengolahan.
“Sumber data statistik pertanian nasional terlengkap adalah sensus pertanian yang mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci dari seluruh perusahaan pertanian, dan mengukur objek kegiatan statistik pertanian,” kata Suryamin di Jakarta, hari ini.
Sensus pertanian dilaksanakan 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran tiga. Pada 2013, Indonesia akan melaksanakan sensus pertanian untuk keenam kalinya sejak 1963.
Tahapan kegiatannya, yaitu pada Mei 2012 akan dilakukan pemutakhiran (updating) direktori perusahaan pertanian,dan dilanjutkan dengan pencacahan lengkap rumah tangga pertanian pada Mei 2013.
“Pada 2014 kami akan melakukan sensus pertanian menurut subsektor,” ujar Suryamin.
Updating direktori perusahaan pertanian dilakukan di seluruh wilayah Indonesia untuk menghasilkan basis data terpadu perusahaan pertanian yang termutakhir, lengkap, akurat, dan terpercaya.
Perusahaan pertanian yang dicakup adalah seluruh perusahaan berbadan hukum yang berusaha dio sektor pertanian, termasuk rumah potong hewan (RPH)/keurmaster, pelabuhan perikanan samudera (PPS), pelabuhan perikanan nusantara (PPN), pelabuhan perikanan pantai (PPP), pangkalan pendaratan ikan (PPI), dan tempat pelelangan ikan (TPI) yang tidak berbadan hukum.
Menurut Suryamin, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menyediakan lapangan kerja. Hingga Agustus 2011, pertanian menyerap 39,335 dari total 109,7 juta jiwa penduduk bekerja. Selain itu, pertanian juga tak tergantikan dalam menyediakan bahan baku produksi, pangan, dan kelangsungan ekologis lingkungan.
Ditambahkan dia, BPS akan melakukan sosialisasi kepada asosiasi dan perusahaan pertanian pada 11 April nanti.
“Hal itu dimaksudkan untuk membentuk kesamaan pemahaman terhadap maksud dan tujuan kegiatan updating direktori perusahaan pertanian dan meningkatkan peran dan dukungan pertanian dalam sensus pertanian 2013,” papar dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan sensus pertanian pada 2013. Sensus tersebut diharapkan bisa menyajikan data yang lebih akurat mengenai data-data pertanian.
Menurut Kepala BPS Suryamin, sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Pada 2011, sektor tersebut memberi kontribusi bagi produk domestik bruto (PDB) sebesar 14,7 persen, menempati posisi kedua setelah sektor industri pengolahan.
“Sumber data statistik pertanian nasional terlengkap adalah sensus pertanian yang mengumpulkan karakteristik pokok dan rinci dari seluruh perusahaan pertanian, dan mengukur objek kegiatan statistik pertanian,” kata Suryamin di Jakarta, hari ini.
Sensus pertanian dilaksanakan 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran tiga. Pada 2013, Indonesia akan melaksanakan sensus pertanian untuk keenam kalinya sejak 1963.
Tahapan kegiatannya, yaitu pada Mei 2012 akan dilakukan pemutakhiran (updating) direktori perusahaan pertanian,dan dilanjutkan dengan pencacahan lengkap rumah tangga pertanian pada Mei 2013.
“Pada 2014 kami akan melakukan sensus pertanian menurut subsektor,” ujar Suryamin.
Updating direktori perusahaan pertanian dilakukan di seluruh wilayah Indonesia untuk menghasilkan basis data terpadu perusahaan pertanian yang termutakhir, lengkap, akurat, dan terpercaya.
Perusahaan pertanian yang dicakup adalah seluruh perusahaan berbadan hukum yang berusaha dio sektor pertanian, termasuk rumah potong hewan (RPH)/keurmaster, pelabuhan perikanan samudera (PPS), pelabuhan perikanan nusantara (PPN), pelabuhan perikanan pantai (PPP), pangkalan pendaratan ikan (PPI), dan tempat pelelangan ikan (TPI) yang tidak berbadan hukum.
Menurut Suryamin, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menyediakan lapangan kerja. Hingga Agustus 2011, pertanian menyerap 39,335 dari total 109,7 juta jiwa penduduk bekerja. Selain itu, pertanian juga tak tergantikan dalam menyediakan bahan baku produksi, pangan, dan kelangsungan ekologis lingkungan.
Ditambahkan dia, BPS akan melakukan sosialisasi kepada asosiasi dan perusahaan pertanian pada 11 April nanti.
“Hal itu dimaksudkan untuk membentuk kesamaan pemahaman terhadap maksud dan tujuan kegiatan updating direktori perusahaan pertanian dan meningkatkan peran dan dukungan pertanian dalam sensus pertanian 2013,” papar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
SUMATERA UTARA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




