Bahana Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 5,3%
Kamis, 16 Februari 2017 | 16:55 WIB
Jakarta- PT Bahana Securities meyakini perekonomian nasional pada tahun ini akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Gross Domestik Produk (GDP) diperkirakan tumbuh sekitar 5,3 persen yang didukung masih stabilnya konsumsi rumah tangga dan investasi, di tengah-tengah membaiknya harga komoditas yang memberikan kontribusi positif terhadap ekspor Indonesia.
"Pemulihan ekonomi Indonesia masih akan berlanjut pada tahun ini meski ada keriuhan politik pra dan pasca-pilkada," kata Kepala Riset dan Strategis Bahana Sekuritas Harry Su di Jakarta, Kamis (16/2).
Dia mengatakan, belanja pemerintah akan menjadi pendorong roda perekonomian, setelah tahun lalu pemerintah sangat berhati-hati dalam menggunakan anggaran.
Menurut Harry, pemulihan ekonomi ini akan menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa. "Hingga akhir tahun ini IHSG berpotensi naik ke kisaran 6.000," kata dia.
Namun dari sisi nilai tukar dan inflasi masih ada sejumlah risiko. Rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp 13.500 per dolar AS pada akhir tahun ini, bila respon suku bunga AS, the Fed menaikkan suku bunga cukup cepat serta kebijakan Presiden AS Donald Trump yang belum jelas. "Namun, rupiah juga berpotensi menguat hingga di bawah Rp 13.000, bila respon the Fed menaikkan suku bunga tidak agresif dan fundamental ekonomi kita terus memperlihatkan perbaikan," terang Harry Su.
Risiko dari sisi inflasi diperkirakan akan lebih besar pada tahun ini dikarenakan kenaikan harga-harga yang diatur pemerintah, seperti kenaikan tarif listrik dan biaya pengurusan STNK yang terjadi bulan lalu. Bahana menaikkan proyeksi inflasi pada akhir tahun ini menjadi 4,4 persen, dibandingkan perkiraan sebelumnya sekitar 3,8 persen. Akibatnya, ruang untuk pelonggaran moneter melalui transmisi pemotongan suku bunga sudah tidak memungkinkan lagi sepanjang tahun ini.
Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar mengatakan, seiring perbaikan ekonomi, Bahana tidak hanya membantu perusahaan yang akan melantai atau mencari pendanaan di bursa, namun akan memberikan layanan bisnis penasehat keuangan, bisnis akuisisi lintas negara, dan layanan keuangan berbasis teknologi (fintech).
"Kami sudah mendapat mandat untuk melakukan restrukturisasi beberapa perusahaan, serta ada beberapa perusahaan lokal yang akan mengembangkan bisnisnya ke luar negeri dengan mengakuisisi perusahaan lokal di sana," kata dia.
Mengawali tahun ini saja, Bahana telah mendapat mandat dari lima perusahaan yang ingin mencatatkan di bursa initial public offering (IPO), delapan perusahaan yang akan obligasi, dua perusahaan right issue serta satu perusahaan tender offer dan go private.
Dalam waktu dekat, Bahana juga akan menjadi sekuritas yang dipercaya oleh negara untuk membantu pembangunan proyek infrastruktur yang menjadi andalan Presiden Joko Widodo, dengan mengusung skema Pembiayaan Infrastruktur Non Anggaran (PIÑA).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




