Pengamat: Global USD Bond Indonesia Tetap Diminati
Kamis, 19 April 2012 | 16:13 WIB
Mereka memang mematok yield jauh lebih tinggi dari Indonesia, masing-masing sekitar 5,48 persen dan 5,89 persen, namun hal tersebut lebih karena dipicu oleh kekhawatiran investor
Kecilnya yield, atau imbal hasil yang dipatok pemerintah pada Global USD Bond RI-032 sebesar 3,85 persen tidak akan mengurangi minat investor terhadap Global Bond Indonesia.
Menurut pengamat obligasi dari Infovesta Utama, Praska Putrantyo, yield yang ditawarkan Global USD Bond yang diterbitkan pemerintah pada Rabu (18/4) lalu memang jauh kecil jika dibandingkan dengan negara-negara eropa, seperti Italia dan spanyol yang masing-masing dengan level yield di atas indonesia.
"Mereka memang mematok yield jauh lebih tinggi dari Indonesia, masing-masing sekitar 5,48 persen dan 5,89 persen, namun hal tersebut lebih karena dipicu oleh kekhawatiran investor memanasnya kembali krisis eropa yang dappt menimbulkan krisis likuiditas," katanya, saaat dihubungi di Jakarta, hari ini.
Sementara untuk Global USD Bond Indonesia, Praska mengatakan masih akan menarik karena didukung dengan prospek ekonomi negara Indonesia yang dalam jangka panjang akan ditopang oleh sektor konsumsi dan investasi meski rating saat ini masih di level BBB- (rating moodys).
Namun setidaknya, Praska menambahkan, dengan adanya prospek yang bagus, potensi kenaikan rating lanjutan akan ada.
"Terlebih lagi jika pemerintah memang ingin menggenjot sektor infrastruktur untuk mendorong perekonomian agar tumbuh lebih agresif," ujarnya.
Praska menuturkan, andai tidak terlalu menarik bagi investor, hal tersebut juga tidak akan berpengaruh ke rating Indonesia saat ini.
"Menurut saya itu hal yang wajar karena yield yang ditawarkan ini hampir dekat dengan Tiongkok, Perancis, dan Inggris yang masing-masing memiliki rating di level AA-, AA+, dan AAA," tuturnya.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia kembali menawarkan (pricing) obligasi global (Global USD Bond) senilai US$2,5 miliar dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun.
Global USD Bond yang diterbitkan yaitu RI-032 (new issue) dengan tenor 10 tahun, senilai US$2 miliar dan RI-042 (reopening) dengan tenor 30 tahun senilai US$500 juta dari 400 investor institusi.
Yield untuk RI-032 dengan tenor 10 tahun sebesar 3,85 persen, sementara untuk RI-042 dengan tenor 30 tahun memiliki yield 4,95 persen.
Kecilnya yield, atau imbal hasil yang dipatok pemerintah pada Global USD Bond RI-032 sebesar 3,85 persen tidak akan mengurangi minat investor terhadap Global Bond Indonesia.
Menurut pengamat obligasi dari Infovesta Utama, Praska Putrantyo, yield yang ditawarkan Global USD Bond yang diterbitkan pemerintah pada Rabu (18/4) lalu memang jauh kecil jika dibandingkan dengan negara-negara eropa, seperti Italia dan spanyol yang masing-masing dengan level yield di atas indonesia.
"Mereka memang mematok yield jauh lebih tinggi dari Indonesia, masing-masing sekitar 5,48 persen dan 5,89 persen, namun hal tersebut lebih karena dipicu oleh kekhawatiran investor memanasnya kembali krisis eropa yang dappt menimbulkan krisis likuiditas," katanya, saaat dihubungi di Jakarta, hari ini.
Sementara untuk Global USD Bond Indonesia, Praska mengatakan masih akan menarik karena didukung dengan prospek ekonomi negara Indonesia yang dalam jangka panjang akan ditopang oleh sektor konsumsi dan investasi meski rating saat ini masih di level BBB- (rating moodys).
Namun setidaknya, Praska menambahkan, dengan adanya prospek yang bagus, potensi kenaikan rating lanjutan akan ada.
"Terlebih lagi jika pemerintah memang ingin menggenjot sektor infrastruktur untuk mendorong perekonomian agar tumbuh lebih agresif," ujarnya.
Praska menuturkan, andai tidak terlalu menarik bagi investor, hal tersebut juga tidak akan berpengaruh ke rating Indonesia saat ini.
"Menurut saya itu hal yang wajar karena yield yang ditawarkan ini hampir dekat dengan Tiongkok, Perancis, dan Inggris yang masing-masing memiliki rating di level AA-, AA+, dan AAA," tuturnya.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia kembali menawarkan (pricing) obligasi global (Global USD Bond) senilai US$2,5 miliar dengan tenor 10 tahun dan 30 tahun.
Global USD Bond yang diterbitkan yaitu RI-032 (new issue) dengan tenor 10 tahun, senilai US$2 miliar dan RI-042 (reopening) dengan tenor 30 tahun senilai US$500 juta dari 400 investor institusi.
Yield untuk RI-032 dengan tenor 10 tahun sebesar 3,85 persen, sementara untuk RI-042 dengan tenor 30 tahun memiliki yield 4,95 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




