Wall Street Dibuka Melemah Akibat Meningkatnya Pengangguran
Jumat, 3 April 2020 | 21:10 WIB
New York, Beritasatu.com - Bursa Amerika Serikat atau Wall Street bergerak melemah di awal perdagangan hari ini, Jumat (3/4/2020). Dua sentimen menjadi penggerak pasar: meningkatnya angka pengangguran dan melonjaknya harga minyak mentah dunia.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,18 persen, S&P 500 naik 0,17 persen, Nasdaq naik 0,23 persen.
Angka ketenagakerjaan AS (US payroll) turun sebesar 701.000 pada bulan Maret, penurunan tenaga kerja terburuk sejak tahun 2009. Sementara itu, tingkat pengangguran melompat ke 4,4 persen. Meski angka-angka ini cukup mengkhawatirkan, tetapi angka sebenarnya jauh lebih buruk. Pada hari Kamis, Kementerian Tenaga Kerja mengatakan klaim pengangguran naik sebesar 6,6 juta pada 27 Maret.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate naik 12 persen ke US$ 28,5 per barel, sementara Brent naik 15 persen ke US$ 34,44 per barel. WTI menguat 30 persen pekan ini, pekan terbaik dalam sejarah perdagangan WTI.
Arab Saudi telah menyerukan pertemuan darurat pada para produsen minyak pada hari Senin depan. Rusia juga siap mengurangi produksi supaya harga minyak tidak jatuh lebih dalam. Presiden AS Donald Trump berharap Saudi dan Rusia akan memangkas produksi sebanyak 10 juta hingga 15 juta barel per hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




