Survei SMRC, Mayoritas Publik Merasa Kondisi Ekonomi Rumah Tangganya Memburuk
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Saiful Mujani Research Center (SMRC) merilis hasil survei terkait kondisi ekonomi rumah tangga dan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. Hasilnya, sebanyak 61% warga merasa kondisi ekonominya lebih buruk dan sebanyak 10% jauh lebih buruk. Artinya total ada 71% yang menganggap buruk, sedangkan sebanyak 17% sama saja dan sebanyak 11% lebih baik.
"Publik berpendapat tentang kondisi ekonomi rumah tangga saat ini dibanding sebelum ada wabah Covid-19. Sebanyak 71% warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya jauh lebih buruk (penjumlahan lebih buruk dan jauh lebih buruk)," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, dalam rilis hasil survei SMRC, di Jakarta, Selasa (14/7/2020).
Kemudian ketika ditanya terkait bagaimana kondisi ekonomi nasional secara umum, ada sebanyak 81% warga yang menilai kondisi ekonomi nasional jauh lebih buruk. Sementara Terkait jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) sekarang dibanding tahun lalu, sebanyak 87% responden menilai jumlah PHK tahun sekarang jauh lebih banyak.
Selanjutnya terkait kepercayaan Indonesia di ambang krisis dan resesi, sebanyak 63% responden cukup percaya, 17% sangat percaya dan 12% tidak percaya di ambang resesi. "Umumnya masyarakat menilai PHK lebih banyak atau jauh lebih banyak (87%), dan 80% percaya bahwa Indonesia sedang di ambang krisis," ucap Deni.
Survei dilakukan pada periode 8 sampai 11 Juli 2020. SMRC mencoba mengukur bagaimana tren persepsi publik terhadap berbagai isu yang terjadi sekarang ini.
"Di masa wabah Covid-19, kondisi rumah tangga dan nasional sangat berat. Kebijakan yang kuat membutuhkan dukungan publik secara luas, apalagi berkaitan dengan isu potensial yang memunculkan pro dan kontra," ujar Deni.
SMRC melakukan jajak pendapat terhadap warga secara nasional dengan memilih sampel secara random dari populasi. Seluruh responden dalam survei tersebut dilakukan secara tatap muka dan untuk update isu dilakukan wawancara melalui telepon.
Sampel survei dilakukan pada sebanyak 2.215 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of eror 2,1% pada tingkat kepercayaan 95%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




