Harga Bitcoin Tembus Rp 300 Juta, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kamis, 17 Desember 2020 | 20:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bitcoin mencatatkan harga tertingginya sepanjang sejarah yaitu melewati US$ 22.000 atau Rp 308 juta (kurs Rp 14.000 per dolar) pada Kamis 17 Desember 2020. Kenaikan Bitcoin di sepanjang tahun ini melewati 210 persen. Awal tahun, harga Bitcoin berada pada level Rp 99 juta.
CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan pencapaian ini merupakan sejarah penting dalam dunia cryptocurrency dan blockchain. Pasalnya, Bitcoin menembus harga tertingginya yaitu melewati US$ 22.000.
"Ini menjadi hari yang terpenting bagi dunia aset kripto dan blockchain. Bitcoin kembali menembus harga tertingginya sepanjang sejarah. Ini berarti semua member Indodax yang pernah membeli Bitcoin ikut mendapatkan keuntungan," kata Oscar, dalam siaran persnya, Kamis (17/12/2020).
Menurut Oscar, awalnya para analis di seluruh dunia menyatakan kenaikan harga Bitcoin hanya sampai level US$ 20.000 dan itu baru terjadi di 2021. Namun prediksi itu meleset, harga Bitcoin lompat tinggi dan melewati level US$ 22.000 di pertengahan Desember 2020. "Namun ternyata sebelum pergantian tahun, Bitcoin sudah melewati level harga tersebut," imbuhnya.
Oscar menjelaskan, kenaikan signifikan harga Bitcoin terjadi karena permintaan yang masif. Apalagi pembelian Bitcoin kini semakin mudah seperti PayPal yang menyediakan fitur pembayaran Bitcoin.
Belum lagi sejumlah investor institusional besar yang menyatakan minat untuk membeli Bitcoin seperti Guggenheim Partners. Bahkan perusahaan Wall Street juga mengumumkan telah berinvestasi senilai US$ 530 juta di Bitcoin.
Pemicu lain pendongkrak harga Bitcoin tidak lain adalah investor menganggap aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia ini sebagai aset safe haven dan terbukti menjadi nilai lindung inflasi yang paling baik saat situasi pandemi Covid-19 saat ini.
"Permintaan tersebut memberikan dampak yang cukup besar. Mereka melakukan pembelian secara masif. Kenaikan harga Bitcoin pada tahun ini berbeda pada tahun 2017 lalu dimana saat itu, orang-orang membeli Bitcoin tanpa melihat fundamental Bitcoin. Sekarang, orang sudah melihat fundamental Bitcoin yang terbukti sebagai aset safe haven dan menjadi nilai lindung inflasi yang baik," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




