Lonjakan Omicron Picu Kenaikan Permintaan Emas
Rabu, 5 Januari 2022 | 06:25 WIB
Chicago, Beritasatu.com - Harga emas naik pada Selasa (4/1/2022) karena permintaan logam safe-haven melonjak karena kekhawatiran kasus Covid-19 varian omicron dapat mengancam pemulihan ekonomi global.
Harga emas di pasar spot naik 0,8% pada 1.814,45 per ons dan emas berjangka AS ditutup naik 0,8% pada US$ 1.814,60.
Baca Juga: Harga Emas Turun karena Selera Aset Berisiko Tumbuh
"Tahun ini dimulai dengan rekor tertinggi untuk bursa saham, tetapi karena sulit menentukan apakah kenaikan beruntun ini akan berlanjut, investor mulai kembali ke tempat yang aman," kata analis di broker OANDA, Ed Moya.
"Dampak Omicron akan terasa di sisi inflasi dan pemulihan ekonomi," tambah Moya.
Beberapa negara telah memberlakukan pembatasan untuk mengatasi lonjakan kasus yang didorong varian baru.
Emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, cenderung tidak disukai investor saat suku bunga naik.
Baca Juga: Dow Naik Cetak Rekor, Nasdaq Merosot karena Saham Teknologi
Analis di Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan mengatakan kekhawatiran inflasi dapat menghantam pasar dalam waktu dekat dan melemahkan selera aset risiko karena imbal hasil obligasi kemungkinan akan terus meningkat.
Penguatan emas terjadi meskipun imbal hasil Treasury AS lebih tinggi dan dolar lebih kuat. Trader memperkirakan suku bunga Federal Reserve akan naik tiga kali sepanjang 2022.
Sementara harga perak naik 0,7% menjadi US$ 23,02 per ons, platinum menguat 1,7% pada US$ 970,73, dan paladium naik 2,2% menjadi US$ 1.865,27.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




