ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Manajer Investasi Berjuluk "Tangan Dewa", Citra Ini Harus Dijaga

Selasa, 22 Maret 2022 | 16:53 WIB
TD
WP
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: WBP
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu dalam sambutan di ajang Best Mutual Fund Awards 2022 Selasa 22 Maret 2022.
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu dalam sambutan di ajang Best Mutual Fund Awards 2022 Selasa 22 Maret 2022. (Dok)

Jakarta Beritasatu.com – Saat ini ada 97 perusahaan manajer investasi (MI) yang beroperasi mengelola reksa dana di Indonesia. Adapun MI ini acap dijuluki "tangan dewa" karena di tangan merekalah investasi dipercayakan dan aman.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu dalam sambutan pada ajang Best Mutual Fund Awards 2022, Selasa (22/3/2022). Best Mutual Fund Awards merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Majalah Investor bekerja sama dengan Infovesta Utama untuk memberi apresiasi kepada produk reksa dana terbaik dari berbagai perusahaan manajer investasi di Indonesia.

Baca Juga: Alasan Reksa Dana dan SBN Jadi Strategi Investasi Cerdas di Tahun Macan Air

"Di belahan bumi lain reksa dana atau mutual fund acap disebut unit trust, ada kata trust di situ. Para manajer investasi disebut juga ‘tangan dewa’ karena di tangan mereka investasi aman dan NAB (nilai aktiva bersih) meningkat tajam. Citra inilah yang harus dijaga oleh para manajer investasi," kata Primus Dorimulu.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana pada 2019 ada di level Rp 542 triliun, pada tahun 2020 naik ke level Rp 574 triliun. Sedangkan, dalam 1 tahun terakhir, NAB reksa dana masih bergerak di kisaran Rp 570- Rp 578 triliun.

Baca Juga: Dana Kelolaan Reksa Dana Berbasis ESG Lampaui Rp 3 Triliun

Sejak 2020, NAB reksa dana pendapatan tetap mengalahkan reksa dana saham. Jika pada 2019, NAB reksa dana saham Rp 133,4 triliun, dana reksa dana pendapatan tetap Rp 114,9 triliun. Pada tahun 2020 terjadi pergeseran. Di mana, jelas Primus Dorimulu, NAB reksa dana saham Rp 122 triliun, sementara reksa dana pendapatan tetap Rp 133,5 triliun. "Pada Februari 2022 reksa dana saham Rp 121,3 triliun, sedangkan reksa dana pendapatan tetap Rp 148,9 triliun," jelas Primus Dorimulu.

Hingga akhir Februrari 2022, investor saham, reksa dana, dan surat berharga negara (SBN) menembus 8 juta investor. Dari jumlah itu investor reksa dana mencapai 7,5 juta investor dan yang terbesar. Sedangkan, data Kustodian Sentral Efek Indonesia juga menunjukkan bahwa investor surat utang mencapai 649.332 investor.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon