ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Berkat Listing GOTO, IHSG Sentuh Level Tertinggi Intraday 7.355

Senin, 11 April 2022 | 10:10 WIB
PS
FB
Penulis: Parluhutan Situmorang | Editor: FMB
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Goto).
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Goto). (Dok )

Jakarta, Beritasatu.com - Berkat listing perdana saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dibuka melesat dari harga penawaran Rp 338 menjadi Rp 400 berimbas terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus level tertinggi intraday sepanjang masa 7.355,30.

Sedangkan level pergerakan IHSG berada di rentang 7.211,44-7.355,30. Tidak hanya itu investor asing merealisasikan pembelian bersih saham GOTO hingga Rp 220 miliar hingga pukul 09.30.

Sedangkan harga saham GOTO sendiri bergerak menguat dalam kisaran Rp 372-416 pada perdagangan intraday hari ini atau setelah listing perdana saham. Saham GOTO menjadi pilihan teratas yang diborong pemodal asing pagi hari ini, Senin (11/4/2022).

Baca Juga: Didorong IPO GOTO, IHSG Dibuka Langsung Tancap Gas 1,64%

ADVERTISEMENT

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok target peningkatan pendapatan perseron menjadi Rp 11,09 triliun pada 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 7,36 triliun. Sedangkan rugi bersih diprediksi turun dari perkiraan tahun 2021 semnilai Rp 12,73 triliun menjadi Rp 11,74 triliun pada 2022.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 400. Target tersebut juga menggambarkan kuatnya bisnis perseroan dengan menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia.

"Perseroan juga memiliki sejumla mesin pertumbuhan kinerja keuangan ke depan setelah berhasil merger Gojek dengan Tokopedia untuk membentuk GoTo. Integrasi kedua platform tersebut menciptakan peningkatan GTV dengan order lebih besar dan pengeluarkan belanja konsumen lebih tinggi," ujar analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, Gopay akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan ke depan. Sedangkan katalis diperkirakan dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan GTV perseroan mencapai 30% sepanjang 2021-2025. Peningkatan didukung pertumbuhan order usai meredanya kasus Covid-19 di Indonesia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon