Menkominfo: Pemerintah Terus Bangun Infrastruktur Digital
Rabu, 1 Juni 2022 | 23:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebut Indonesia menjadi negara pemanfaat satelit terbesar di kawasan Asia Tenggara. Johnny mengatakan pemerintah berkomitmen membangun infrastruktur digital secara merata. Selain itu, pemerintah berupaya mempercepat transformasi digital dengan memastikan setiap orang memiliki akses yang berkualitas untuk mengoptimalkan peluang ekonomi digital.
"Pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur digital secara merata di seluruh wilayah," kata Menkominfo dalam Asia Tech x Summit Singapore 2022: Technology, Society and The Role of Policy yang berlangsung di Millenia, Singapura, Selasa (31/5/2022), sebagaimana keterangannya, Rabu (1/6/2022).
Pembangunan dimaksud, antara lain jaringan tulang punggung yang di darat dan di dasar laut, pembangunan middle mile berupa microwave link dan fiber link. Kemudian, peluncuran dua satelit terbesar, yaitu Satria-1 dan Hot Backup Satellite berkapasitas total sebesar 300 Gbps. Selain itu juga pembangunan base transceiver station yang merata di seluruh wilayah Tanah Air, termasuk di wilayah 3T.
Baca Juga: WEF 2022, Menkominfo: Indonesia Butuh Talenta Digital untuk Keamanan Siber
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus menggelar pembangunan infrastruktur digital dalam tiga lapisan di seluruh nusantara. Pada lapisan backbone, Indonesia saat ini memiliki jaringan serat optik dengan total panjang 459.111 kilometer, termasuk 12.399 kilometer serat optik yang sudah dibangun.
"Kami juga sedang mempersiapkan penggelaran tambahan 12.083 kilometer serat optik pada tahun 2024 untuk mengintegrasikan jaringan nasional yang belum terhubung," tutur Menkominfo.
Di middle-mile, terdapat 9 satelit, microwave link, dan jaringan fiber link yang saat ini digunakan untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi dan digital. Lapisan ini juga akan didukung oleh Satelit High Throughput berkapasitas 2 x 150 Gbps yaitu Satria-I dan Hot Backup Satellite (HBS) dengan kapasitas gabungan 300 Gbps.
"Pembangunan itu untuk menyediakan akses internet bagi 150.000 fasilitas umum yang terdiri dari 93.000 sekolah, 47.900 gedung pemerintahan, 3.370 fasilitas kesehatan umum dan 3.900 fasilitas keamanan publik," ungkapnya.
Baca Juga: Akses Internet Cepat Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional
Dalam last mile layer, dari total 83.218 wilayah pedesaan di Indonesia, upaya untuk mempersempit kesenjangan digital telah dilakukan dengan mengkoneksikan jaringan 4G di 70.670 wilayah pedesaan.
"Hingga tahun 2024, kita harapkan seluruh wilayah pedesaan dapat terkoneksi dengan layanan jaringan 4G melalui pembangunan BTS 4G yang saat ini sedang terus dilakukan. Inisiatif ini selanjutnya akan menambah 500.000 BTS yang ada di seluruh negeri," katanya.
Menurutnya, infrastruktur digital itu merupakan landasan untuk memberikan akses konektivitas yang lebih luas.
"Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Tanah Air ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan untuk masyarakat khususnya di Indonesia oleh pelaku UMKM yang menjadi penyumbang dari 60 persen GDP nasional," pungkas Johnny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




