Gernas BBI Dorong Peran Pemda Tingkatkan UMKM Go Digital
Senin, 20 Juni 2022 | 20:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Untuk meningkatkan jumlah pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang onboarding atau terhubung dengan platform digital, pemerintah sejak Mei 2020 sudah menggulirkan gerakan nasional (Gernas) bangga buatan Indonesia (BBI). Targetnya 30 juta UMKM sudah terhubung ke dalam platform digital pada 2024.
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita menyampaikan, fokus dari gerakan BBI kali ini adalah mendorong partisipasi pemerintah daerah (pemda) dan juga top brand untuk ikut bersama-sama mengolah potensi industri kecil dan menengah (IKM) agar menciptakan produk yang bernilai tambah melalui penjualan secara online.
"Tahun ini memang gernas BBI lebih mengupayakan bagaimana pemda dan top brand yang ada untuk bersama-sama meningkatkan jumlah IKM atau UMKM yang onboarding," kata Reni dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "BBI, Jurus Kunci Bangkitkan Gairah IKM" yang disiarkan secara daring, Senin (20/6/2022).
Baca Juga: Kemendag Ungkap 4 Strategi Gernas BBI untuk Pulihkan Ekonomi
Reni menambahkan, melalui gerakan BBI, sebetulnya ada peluang yang besar bagi pelaku IKM untuk semakin bertumbuh. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Karenanya, saat ini yang juga menjadi fokus Kemenperin adalah membina IKM agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk belanja pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN.
Baca Juga: Program E-Smart Kemenperin Latih 22.515 IKM Melek Teknologi
"Kebijakan afirmatif ini harus kami sikapi dengan kami membina IKM-nya supaya memenuhi kebutuhan belanja pemerintah pusat, daerah maupun BUMN. Jadi memang tantangan besarnya adalah bagaimana pasar yang sudah tercipta ini harus kita tingkatkan," kata Reni.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




