DRIN Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Inovasi
Kamis, 23 Juni 2022 | 11:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Asosiasi Daya Riset dan Inovasi Nasional (DRIN) akan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Asosiasi DRIN akan melanjutkan perjuangan mengembangkan dan memperluas inovasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi.
Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi DRIN, Bambang Setiadi pada Rabu (22/6/2022) di Jakarta saat para pengurus DRIN telah melakukan rapat dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan program organisasi pada tahun 2022 dan 2023. Bambang dikenal pernah memimpin Dewan Riset Nasional 2 periode 2015-2018, dan 2019-2020.
"DRIN menyusun program 2022 untuk meneruskan hal-hal yang sudah dilakukan DRN periode sebelumnya, berupa strategi penerapan inovasi, pengembangan ilmu inovasi dan UU Inovasi," katanya.
Baca Juga: Kementan Dukung Agroeduwisata sebagai Inovasi Penyuluhan Pertanian
Rapat digelar seiring dengan diterbitkannya persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia – RI Nomor AHU-0008452.AH.01.07.Tahun 2021, tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Daya Riset dan Inovasi Nasional.
Menurut Bambang, DRIN dijalankan melalui kaidah-kaidah pengelolaan suatu gerakan kekuatan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan untuk membantu pemerintah mempercepat tujuan kesejahteraan masyarakat DRIN juga meyakini, berdasar fakta yang ada saat ini pertumbuhan ekonomi di dunia sangat ditentukan kekuatan inovasi sebagai modal baru setelah SDA.
Sebagai suatu formulasi yang diakui oleh para ahli saat ini, kata Bambang, inovasi itu adalah invensi dikalikan komersialisasi. Logika urutan penerapan inovasi adalah ditetapkan sebagai arah ekonomi jangka panjang, didukung oleh pendidikan yang memadai sehingga mampu melahirkan inovasi-inovasi yang berpengaruh terhadap ekonomi.
Baca Juga: BSKDN Kemendagri: Inovasi Jadi Jalan Keluar Persoalan Desa
Semua proses inovasi itu tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah sendirian, karena itulah Asosiasi DRIN adalah upaya sangat sehat penggalangan pemikir-pemikir terbaik dari berbagai kalangan dan pernah menjadi anggota DRN maupun DRD bergabung dalam DRIN untuk menyumbangkan pemikiran dan pengalaman mendorong inovasi menjadi sumber penggerak ekonomi baru.
"DRIN juga sangat dibutuhkan, paling tidak saat ini bidang-bidang yang bisa menjadi sumber inovasi yaitu energi, kesehatan masyarakat, pangan, inovasi teknologi rendah, komunikasi dan computing, ekonomi inovasi, inovasi biodiversitas," tambahnya.
Untuk skenario jangka panjang itu, kata Bambang, DRIN mematok Visi berkontribusi maksimal dalam mendorong inovasi sebagai pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Misi yang dituju adalah meningkatkan keberterimaan hasil riset inovasi anak-bangsa; turut membangun ekosistem riset dan inovasi, turut memberikan dukungan dalam rangka memperjuangkan kemandirian bangsa berbasis sistem inovasi nasional yang kuat.
Baca Juga: UNESCO Apresiasi Terobosan dan Inovasi Kartu Prakerja
Bambang menjelaskan tujuan DRIN adalah memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi; dan memberikan kontribusi konsep pemikiran untuk meningkatkan ekosistem inovasi.
"Salah satu program yang dirasakan mendesak adalah mempercepat inovasi menjadi kurikulum di sekolah2 maupun universitas, untuk mengajari bagaimana bangsa ini sadar inovasi. Medan perang ekonomi sesungguhnya, sekarang dan masa depan," ujarnya. .
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




