G-20 DIN Akan Tumbuhkan Inovasi untuk Solusi Masalah Global
Minggu, 4 September 2022 | 16:40 WIB
Nusa Dua, Beritasatu.com- G-20 Digital Innovation Network (DIN) diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan berbagai inovasi di sektor digital yang dapat menyelesaikan berbagai masalah global. G-20 DIN berlangsung di Nusa Dua, Badung, Bali, pada 2-4 September 2022.
G-20 Digital Innovation Network itu mempertemukan ratusan perwakilan dari perusahaan teknologi rintisan (startup), modal ventura, pemerintah, dan perusahaan-perusahaan ternama di negara anggota G-20 dalam forum-forum diskusi, dan pertemuan bisnis.
"Pelaksanaan acara G-20 Digital Innovation Network merupakan ikhtiar dari presidensi (kepemimpinan) G-20 Indonesia untuk mendorong terciptanya kerja sama antara pelaku industri yang dapat menghasilkan inovasi guna mendukung pemulihan pascapandemi Covid-19 secara global," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate saat jumpa pers selepas membuka G-20 DIN di BICC Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (3/9/2022).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika RI menyampaikan kegiatan G-20 Digital Innovation Network fokus melibatkan perusahaan teknologi rintisan (startup) dari lima sektor prioritas, yaitu kesehatan, keuangan inklusif, energi bersih dan terbarukan, rantai pasok barang, serta pendidikan dan teknologi. Dari lima sektor itu, startup sektor kesehatan dan energi terbarukan mendominasi keikutsertaan G-20 Digital Innovation Network di Bali minggu ini.
"(G-20 DIN) menjadi melting point bagi pelaku industri beberapa negara, serta membuka peluang dan momentum bisnis untuk berjejaring dan berkolaborasi. Jadi ini perjumpaan antara startup, modal ventura, dan industri-industri terkemuka G-20," kata Menkominfo RI.
Johnny menyebut ada lebih dari 400 peserta dari berbagai negara yang hadir secara langsung di kegiatan G-20 DIN, dan ada lebih dari 200 peserta yang mengikuti rangkaian secara virtual. Ia menyampaikan rata-rata startup yang hadir ada pada tahap pendanaan Seri A atau yang valuasinya sekitar US$ 15 juta (Rp 22 miliar) sampai dengan US$ 20 juta (Rp 297 miliar).
"Modal ventura yang turut terlibat juga memiliki struktur portofolio yang kuat di negaranya masing-masing untuk mendukung pendanaan startup secara lintas negara," kata Johnny.
G-20 Digital Innovation Network merupakan pengembangan dari G-20 Innovation League pada presidensi sebelumnya. Keduanya menjadi upaya negara anggota G-20 menciptakan wadah bagi startup, modal ventura, dan perusahaan untuk berkolaborasi dan menciptakan berbagai inovasi di ekosistem digital.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




