ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bakti Pastikan Peluncuran Satelit Satria 1 Sesuai Rencana

Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:42 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Direktur Infrastruktur Bakti Bambang Noegroho dalam acara site visit BTS 4G Bakti di Selong Belanak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 5 Oktober 2022.
Direktur Infrastruktur Bakti Bambang Noegroho dalam acara site visit BTS 4G Bakti di Selong Belanak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 5 Oktober 2022. (Beritasatu Photo/Herman)

Lombok Barat, Beritasatu.com - Perang antara Rusia dan Ukraina memberi dampak pada banyak hal, termasuk dalam pengembangan Satelit Republik Indonesia atau Satria 1. Pasalnya, produksi komponen dan pengiriman Satelit Satria 1 menjadi terhambat.

Namun, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tetap optimistis rencana pengoperasian Satelit Satria 1 bisa tetap berjalan sesuai rencana.

Direktur Infrastruktur Bakti Bambang Noegroho mengatakan, Satelit Satria 1 direncanakan bisa meluncur pada pertengahan 2023 dan beroperasi pada akhir 2023.

"Karena ada perang Rusia-Ukraina, memang ada delay dikarenakan kita sebenarnya pesawat angkutnya menggunakan antonov, jadi kita tidak punya pesawat lagi," ungkap Bambang Noegroho di acara media gathering yang digelar Bakti, di Lombok, Rabu (5/10/2022).

ADVERTISEMENT

Bambang Noegroho menyampaikan, sebelum diluncurkan ke orbit, rencananya Satelit Satria 1 akan dibawa menggunakan jalur laut. Waktu tempuhnya sekitar 3-4 minggu.

Satelit Satria-1 saat ini dalam proses produksi oleh Thales Alenia Space, perusahaan antariksa yang berbasis di Prancis. Satelit tersebut direncanakan meluncur dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS).

"Targetnya di Juli 2023 sudah bisa meluncur, sampai di orbit di Desember," kata Noegroho

Satelit Satria-1 sendiri dikembangkan menggunakan teknologi high-throughput satellite (HTS) atau satelit dengan karakteristik internet berkecepatan tinggi.

Peluncuran satelit ini dilakukan agar 150.000 titik di daerah pelosok yang tidak terjangkau kabel serat optik dalam proyek Palapa Ring bisa ikut menikmati internet berkecepatan tinggi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon