ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Rabies Meningkat, Parlemen Turki Siapkan RUU yang Tentukan Nasib Jutaan Anjing Liar

Selasa, 30 Juli 2024 | 04:47 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Ilustrasi anjing rabies
Ilustrasi anjing rabies (Freepik)

Istanbul, Beritasatu.com - Parlemen Turki akan melakukan perdebatan selama beberapa hari ke depan, terkait rancangan undang-undang (RUU) yang akan menentukan nasib 4 juta anjing liar di negara tersebut.

Sebelum dimulainya debat parlemen pada Minggu 28 Juli 2024, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki menghadapi masalah tidak seperti negara beradab mana pun, di mana jumlah anjing liar meningkat secara eksponensial.

Pemerintah Turki memperkirakan ada sekitar 4 juta anjing liar di negaranya. Meningkatnya kasus rabies membuat pemerintah sangat khawatir.

ADVERTISEMENT

Jika disahkan, undang-undang tersebut akan mengizinkan anjing yang sakit dan menunjukkan perilaku agresif untuk disuntik mati. Denda maksimum bagi mereka yang menelantarkan anjingnya akan meningkat 30 kali lipat menjadi US$ 1.800 (sekitar Rp 29 juta).

Pihak berwenang membantah tuduhan bahwa mereka ingin melakukan kampanye pemusnahan massal anjing-anjing liar. Menurut Presiden Erdogan, masyarakat hanya menginginkan jalan yang aman.

Kelompok pembela hak-hak hewan menyerukan kampanye sterilisasi massal untuk menyelesaikan masalah ini, daripada menerapkan undang-undang baru. Partai-partai oposisi di Turki telah berjanji untuk melawan undang-undang tersebut, meskipun undang-undang tersebut disahkan.

Partai Rakyat Republik, yang berkuasa di Istanbul dan banyak kota besar lainnya, mengatakan wali kotanya tidak akan menerapkan undang-undang tersebut. Banyak protes terjadi dalam beberapa minggu terakhir terhadap RUU tersebut.

Pemerintah mengatakan wali kota yang menolak menerapkan undang-undang tersebut dapat dijatuhi hukuman penjara. Para pejabat juga melarang pengunjung memasuki gedung parlemen untuk menghindari protes terhadap RUU tersebut.

Perdebatan saat ini mengingatkan pada metode penanganan anjing liar yang digunakan pemerintahan Ottoman di Turki pada tahun 1910. Saat itu, para pejabat mengumpulkan puluhan ribu anjing liar di Istanbul dan membawanya ke pulau terpencil di laut Marmara. Tanpa makanan atau mangsa, anjing-anjing liar ini saling memakan dan sebagian besar mati kelaparan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT