ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terlibat Perang Dagang dengan AS, China Rilis Buku Putih

Kamis, 10 April 2025 | 09:16 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China
Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, Beritasatu.com - Terlibat perang dagang dengan AS, China merilis buku putih terkait hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Buku putih itu diterbitkan seusai Presiden AS Donald Trump membebankan tarif resiprokal yang tinggi kepada China, yakni sebesar 125%.

Meningkatnya unilaterisme dan proteksionisme AS dinilai menghambat kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara secara signifikan.

ADVERTISEMENT

Dalam buku putih tersebut, pemerintah China mengklarifikasi fakta-fakta tentang hubungan ekonomi dan perdagangannya dengan AS.

Selain itu, buku putih itu juga berisikan tentang sikap China dalam menghadapi isu-isu terkait.

Dokumen tersebut menyebutkan bahwa kebijakan tarif Trump berdampak serius terhadap hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Terlebih, sejak tahun 2018 lalu, AS telah memberlakukan tarif impor kepada China senilai US$ 500 miliar (US$ 1 = Rp 16.849).

Kemudian, AS juga terus menekan China dengan menciptakan kebijakan-kebijakan baru, seperti tarif komprehensif tambahan, tarif resiprokal dan tambahan 50% dari tarif-tarif yang ada.

Kebijakan AS itu dinilai telah melanggar prinsip-prinsip ekonomi pasar dan multilaterisme.

Melansir dari Antara, untuk menghadapi hal ini, China pun mengambil tindakan balasan untuk melindungi kepentingan nasional. Meski demikian, negeri Tirai Bambu itu tetap mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihannya dengan AS.

Hal tersebut dilakukan China untuk menstabilkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.

Dalam buku putih tersebut juga dikatakan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara bersifat saling menguntungkan dan memberikan manfaat.

Hal yang wajar apabila China dan AS memiliki perbedaan dalam hal kerja sama ekonomi dan perdagangan. Pasalnya, kedua negara tersebut berada pada tahap pembangunan yang berbeda dengan sistem ekonomi yang khas.

Menurut buku putih yang dirilis China, meski terdapat perbedaan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan AS, saling menghormati kepentingan dan mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan isu-isu terkait melalui dialog dan konsultasi merupakan hal yang sangat penting.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon