Indonesia dan Rusia Kerja Sama untuk Kembangkan PLTN Bersih
Sabtu, 21 Juni 2025 | 05:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia tengah membuka lembaran baru dalam upaya transisi energi bersih. Melalui jalur diplomatik, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mulai menjajaki kerja sama dengan Rusia untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai sumber energi masa depan yang ramah lingkungan.
Langkah awal dilakukan melalui pertemuan antara Menteri Koordinator IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchanov. Pertemuan itu membuka peluang strategis kerja sama kedua negara di bidang infrastruktur energi nuklir bersih.
“Kemarin Pak Menko telah bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Bapak Sergei. Kita sekarang sedang mengusahakan infrastruktur energi bersih menggunakan nuklir,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko IPK, Nazib Faisal dalam acara peringatan hari ulang tahun Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Jumat (20/6/2025).
Nazib menekankan, pembangunan PLTN tidak bisa dilakukan secara instan. Proyek ini membutuhkan proses panjang dan keterlibatan banyak pihak, mulai dari tahap perencanaan teknis, desain, hingga pembangunan fisik yang harus memenuhi standar internasional.
“Tidak mungkin langsung bangun nuklir begitu saja. Akan ada pekerjaan desain oleh konsultan, konstruksi, supervisi, dan lainnya. Energi bersih ini akan jadi arah pembangunan ke depan,” jelas Nazib.
Hal ini membuka peluang besar bagi kalangan konsultan infrastruktur, arsitek teknik, serta penyedia jasa konstruksi nasional untuk turut terlibat dalam proyek besar berteknologi tinggi yang mengedepankan keberlanjutan.
Selain menjajaki pengembangan PLTN, pemerintah juga terus mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tenaga angin, serta sistem pumped storage sebagai bagian dari diversifikasi energi nasional. Salah satu investor yang menunjukkan minat adalah Power China yang menawarkan solusi penyimpanan energi melalui sistem bendungan.
“Pumped storage ini menggunakan bendungan yang sudah ada atau membangun reservoir baru. Air diturunkan lewat turbin saat beban puncak, lalu saat tidak digunakan, air dipompa kembali ke atas. Teknologinya memungkinkan penyimpanan energi secara efisien,” jelas Nazib.
Sistem ini dinilai sangat cocok untuk Indonesia yang memiliki banyak potensi energi hidro dan topografi yang mendukung penyimpanan energi berbasis air.
Kerja sama dengan Rusia ini menandai babak baru komitmen Indonesia terhadap transisi energi hijau. Dengan masuknya PLTN dalam peta jalan energi nasional, Indonesia memperlihatkan keseriusannya menjadikan energi bersih sebagai pilar pembangunan masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




