Wakil Ketua MPR: Diplomasi Prabowo ke Putin Redakan Krisis Energi
Rabu, 15 April 2026 | 12:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai situasi energi nasional mulai menunjukkan tanda-tanda membaik setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut Eddy, diplomasi yang dilakukan Prabowo membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk mengamankan pasokan energi, khususnya minyak mentah dan gas dari Rusia. Langkah ini dinilai menjadi angin segar di tengah ketidakpastian pasar energi global.
“Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira kita sudah boleh dikatakan memasuki zona aman. Mudah-mudahan akan berlangsung seterusnya demikian, begitu,” kata Eddy di kompleks parlemen, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, dinamika energi global saat ini tengah mengalami disrupsi yang memicu terbentuknya pasar penjual (seller’s market). Dalam kondisi ini, negara produsen energi memiliki kendali lebih besar dalam menentukan harga, volume, hingga tujuan distribusi energi.
Situasi tersebut, lanjut Eddy, sempat menimbulkan kekhawatiran terkait ketahanan energi nasional. Namun, dengan adanya kerja sama yang dijajaki pemerintah Indonesia bersama Rusia, risiko tersebut dinilai dapat ditekan.
“Kita tidak perlu khawatir bahwa suatu ketika misalnya kendaraan kita enggak bisa berjalan ya, kapal laut tidak bisa berlayar, ya kereta api tidak bisa berjalan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eddy menegaskan pemerintah juga telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas energi dalam negeri. Salah satunya melalui kebijakan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Menurut dia, langkah tersebut sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi global.
“Baik itu BBM untuk kendaraan transportasi maupun untuk rumah tangga yang LPG 3 kilogram ya. Jadi saya kira ini kebijakan yang sangat baik untuk menjaga daya beli masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, termasuk energi, ekonomi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi.
Dalam pertemuan di Moskow, Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Rusia sebagai mitra strategis di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
“Kami memandang Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini. Karena itu, kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan,” ujar Prabowo.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




