Diplomasi Prabowo ke Rusia demi Penguatan Kerja Sama Energi Strategis
Rabu, 15 April 2026 | 11:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, Senin (13/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung intensif selama sekitar lima jam tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, terutama dalam penguatan kerja sama energi, pertahanan, serta sektor strategis lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Putin menyambut langsung kedatangan Prabowo dan menekankan eratnya hubungan kedua negara yang terus berkembang. Ia menyampaikan bahwa komunikasi antara Indonesia dan Rusia berjalan secara rutin dan semakin memperkuat hubungan bilateral.
“Yang mulia, sahabatku, saya sangat senang komunikasi kita berjalan secara reguler dan hubungan antarnegara semakin erat,” ujar Putin.
Putin juga mengungkapkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara mencatat pertumbuhan sekitar 12% pada tahun lalu. Meski demikian, ia mengakui adanya perlambatan pada awal 2026, sehingga diperlukan langkah konkret untuk menjaga momentum kerja sama.
“Kami berharap pertemuan ini dapat mempererat kemitraan, terutama di bidang energi, antariksa, pertanian, farmasi, dan industri,” tambahnya.
Selain itu, Rusia turut mendorong peningkatan kerja sama di sektor pendidikan dan militer. Putin menilai koordinasi antara kementerian luar negeri kedua negara berjalan baik dan dapat menjadi fondasi untuk memperluas kolaborasi di masa depan.
Ia juga menyoroti keanggotaan Indonesia dalam kelompok BRICS sebagai peluang strategis untuk memperluas hubungan ekonomi, termasuk dengan Uni Ekonomi Eurasia.
Salah satu hasil utama pertemuan tersebut adalah kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan kedua negara sepakat menjalin kerja sama jangka panjang guna memperkuat ketahanan energi, termasuk di sektor minyak dan gas (migas) serta hilirisasi.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama pada sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Selain sektor energi, Indonesia dan Rusia juga sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, serta investasi industri yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.
“Keberlanjutan kerja sama pada bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, hingga investasi pada berbagai sektor, terutama pembangunan industri di Indonesia,” lanjut Teddy.
Pertemuan tersebut diawali dengan sesi bilateral selama sekitar dua jam, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara Prabowo dan Putin yang berlangsung intensif. Dalam pertemuan bilateral, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.
Diplomasi Energi Jadi Prioritas
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Cegah Pasien PBI Ditolak RS, Pemerintah Siapkan SKB




