Diplomasi Prabowo ke Rusia demi Penguatan Kerja Sama Energi Strategis
Rabu, 15 April 2026 | 11:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama energi yang dijajaki mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
“Dalam jangka panjang, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih untuk mendukung diversifikasi energi,” kata Bahlil.
Dalam konteks global, kerja sama ini dinilai strategis mengingat Rusia merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia, sementara Indonesia membutuhkan diversifikasi pasokan energi untuk menjaga stabilitas nasional.
Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya kerja sama energi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik.
“Karena itu, kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Sejalan dengan hasil pertemuan tersebut, PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti rencana kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia, termasuk potensi pembelian minyak mentah.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan penjajakan kerja sama saat ini masih berada di tingkat pemerintah.
“Sebagai BUMN yang mengelola energi nasional, Pertamina akan menindaklanjuti sesuai arahan dan regulasi yang ditetapkan,” ujarnya.
Baron menambahkan bahwa Pertamina terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama guna menjaga ketahanan dan keberlanjutan pasokan energi nasional, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi.
Terkait kesesuaian spesifikasi minyak mentah dari Rusia, pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut.
“Kami akan mempelajari jenis crude tersebut. Dengan modernisasi kilang, diharapkan ke depan kilang Pertamina memiliki fleksibilitas untuk mengolah berbagai jenis minyak mentah,” jelasnya.
Rusia sebagai Mitra Strategis Global
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




